Fastabiqul Khairat!

(Berlomba Melakukan Kebaikan)

Di dalam Al-Qur’an, kalimat fastabiqul khairat kita dapati dalam ayat berikut ini:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah, 2: 148)

Makna kalimat fastabiqul khairat dalam ayat ini adalah bersegera mentaati, menerima, dan mengikuti perintah/syariat Allah Ta’ala.[1] Konteksnya adalah perintah Allah Ta’ala untuk mengalihkan kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram. Kalimat ini menanamkan sebuah prinsip keimanan di dalam dada kaum muslimin; yaitu bersegera, berlomba, serta menjadi yang terdepan dalam melaksanakan ketaatan dan meraih ridho Allah Ta’ala.