RUHAMA MILK: WUJUD NYATA PESANTREN RUHAMA AL FAJAR DALAM MEMBANGUN LEMBAGA PENDIDIKAN YANG MANDIRI DAN PENGEMBANGAN SANTRI PRENEUR

Oleh: Ade Darmawan – 20 Oktober 2025

Foto  1 – Proses Produksi Susu Ruhama Milk di Pabrik Pasteurisasi milik Badan Usaha Pesantren Ruhama Al-Fajar,  PT Bumi Raja Mandiri

Ruhama Al Fajar, 2025 — Komitmen Pesantren Ruhama Al Fajar untuk mencetak santri yang mandiri dan berdaya saing terus menunjukkan hasil nyata. Salah satu bukti keberhasilan tersebut adalah lahirnya Ruhama Milk, unit usaha pengolahan susu kambing yang kini berkembang pesat sebagai bagian dari program santri preneur dan kemandirian lembaga pesantren.

Didirikan pada tahun 2022, Ruhama Milk hadir dengan semangat untuk mengintegrasikan pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren. Dalam perjalanannya, Ruhama Milk mendapat dukungan penting dari PT Pelindo, khususnya dalam pengadaan mesin pasteurisasi susu dan renovasi gedung produksi, sehingga proses pengolahan dapat dilakukan dengan standar kebersihan dan keamanan yang tinggi.

Proses produksi Ruhama Milk dimulai dari tahap pemerahan susu kambing (row milk) yang bersumber dari peternakan Ruhama sendiri. Susu segar kemudian melewati tahap pasteurisasi, yaitu pemanasan pada suhu tertentu untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi. Setelah itu, susu melalui proses pendinginan (cooling), pengemasan (packaging), pembekuan di freezer, dan selanjutnya didistribusikan langsung kepada konsumen.

Foto  2 – Proses Pasteurisasi Susu Ruhama Milk oleh Santri

Saat ini, Ruhama Milk mampu memproduksi 100 liter susu per hari, setara dengan sekitar 400 botol berukuran 250 ml. Produk Ruhama Milk hadir dengan empat varian rasa favorit, yaitu:

  • Susu Kambing Original,
  • Susu Kambing Sari Kurma,
  • Susu Kambing Perasa Stroberi, dan
  • Susu Kambing Perasa Vanila.

Respons masyarakat terhadap produk ini sangat positif. Sejak beroperasi penuh, Ruhama Milk telah mampu menjual rata-rata 4.000 botol setiap bulan, menandakan tingginya kepercayaan konsumen terhadap produk olahan pesantren yang berkualitas, higienis, dan halal.

Sebagai bentuk komitmen terhadap standar mutu dan keamanan pangan, Ruhama Milk telah resmi mendapatkan sertifikat Halal dari lembaga berwenang. Selain itu, saat ini Ruhama Milk juga sedang dalam proses pengurusan nomor registrasi BPOM, sebagai langkah penting untuk memperluas jangkauan pemasaran ke tingkat nasional.

Selain menjadi unit bisnis produktif yang dikelola oleh PT Bumi Raja Mandiri (Badan Usaha Milik Ruhama Al Fajar), Ruhama Milk juga berfungsi sebagai sarana pendidikan kewirausahaan bagi para santri. Dalam kegiatan ini, santri dilibatkan langsung dalam seluruh proses manajemen usaha — mulai dari produksi, pemasaran (marketing), administrasi, hingga keuangan.

“Ruhama Milk bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang pendidikan karakter dan kemandirian. Kami ingin santri belajar mengelola usaha dengan profesional dan berakhlak,” ujar salah satu pengelola PT Bumi Raja Mandiri.

Pimpinan Pesantren Ruhama Al Fajar menyampaikan bahwa hadirnya Ruhama Milk adalah langkah nyata pesantren dalam menjawab tantangan zaman.

“Kami ingin pesantren ini menjadi contoh bahwa lembaga pendidikan Islam mampu mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan. Ruhama Milk adalah bagian dari dakwah kemandirian,” ungkapnya.

Keberadaan Ruhama Milk diharapkan menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam membangun ekonomi berbasis produksi dan inovasi santri. Selain memperkuat ketahanan ekonomi lembaga, program ini juga membuka peluang kerja, menumbuhkan jiwa wirausaha, dan mencetak generasi santri preneur yang siap berperan di masyarakat. Dengan semangat “Santri Mandiri, Pesantren Berdaya”, Ruhama Milk kini menjadi simbol sinergi antara ilmu, amal, dan wirausaha. Sebuah bukti bahwa pesantren mampu berdiri sejajar dengan dunia industri modern — tetap membawa nilai keberkahan dan karakter Islami dalam setiap langkahnya.

Scroll to Top