0 +

Alumni

0 +

Siswa

0 +

Pendidik

0 +

Mitra Pendidik

Serambi Pengasuh

Ustadz Salman Abdul Hamid adalah seorang pendidik, dai, dan penggerak pendidikan Islam yang dikenal dengan dedikasi dan keikhlasannya dalam membangun generasi Qurani yang mandiri dan berakhlak mulia. Ia merupakan pendiri Pesantren Ruhama Al Fajar, sebuah lembaga pendidikan Islam di Bogor, Jawa Barat, yang memadukan nilai-nilai keilmuan Islam klasik, semangat kewirausahaan, dan karakter kenabian (Nabawi).

Beliau lahir pada 26 April 1983 di Desa Pangkalan Dodek, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, dari pasangan Abdul Hamid dan Ramlah Batubara. Dalam lingkungan masyarakat desa yang sederhana, Salman kecil tumbuh dengan suasana penuh kehangatan keluarga, nilai-nilai agama, dan etos kerja keras.

Program dan Kelas Keberbakatan

Program ini merupakan perpaduan kegiatan akademik dan pengembangan potensi diri yang dirancang untuk membentuk jiwa EQKN (Entrepreneur Qurani Karakter Nabawi) pada peserta didik. Melalui berbagai program yang diselenggarakan oleh yayasan, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang terintegrasi dalam aspek keilmuan, karakter, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Kelas Keberbakatan dan Pendalaman Bidang Pertanian Mata Pelajaran Kelas Pertanian KOTARU (Kelompok Tani Ruhama) merupakan program pengembangan keterampilan dan kewirausahaan…

Sejarah Singkat Ruhama Al-Fajar

Ruhama Al Fajar, dengan izin Allah, berdiri pada tanggal 26 April 2012. Didirikan oleh Salman Abdulhamid, seorang alumni Madrasah Shaulatyah Makkah Al-Mukarramah dan Pondok Pesantren Musthafawiyah, yang juga pernah menjadi murid dari Abuya Sayyid Muhammad Alawi Almaliki rahimahullah.

Ruhama Al-Fajar didedikasikan untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu, terutama yatim dan du’afa. Alhamdulillah, Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan secara gratis dan menyediakan sarana serta prasarana pendidikan yang berkualitas.

Fokus utama pembelajaran adalah Al-Qur’an dan hadits, didukung dengan mata pelajaran lainnya yang bertujuan agar santri dapat memahami keduanya dengan baik. Setiap santri juga diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka agar mampu mencari nafkah dengan keterampilan tersebut.

Berita Terbaru

Scroll to Top