PENGEMBANGAN BISNIS PESANTREN SAMBUT HARI SANTRI 22 OKTOBER: KAMBING PERAH RUHAMA CAPAI 87 EKOR

Oleh: Ade Darmawan – 20 Oktober 2025

Gambar 1: Tampak sisi Kandang Kambing Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar (Foto: Apartemen Kambing Perah Ruhama Al Fajar)

Ruhama Al Fajar, 20 Oktober 2025 — Dalam momentum semangat Hari Santri Nasional, Pesantren Ruhama Al Fajar menunjukkan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Melalui unit usaha resmi milik yayasan, PT Bumi Raja Mandiri (Badan Usaha Milik Ruhama Al Fajar), pesantren berhasil mengembangkan program peternakan kambing perah yang kini telah mencapai 87 ekor kambing produktif.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari visi besar Ruhama Al Fajar dalam membangun santri preneur — santri yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha dan keterampilan praktis. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Kegiatan peternakan ini sepenuhnya dilakukan di lingkungan Pesantren Ruhama Al Fajar, di bawah pembinaan langsung PT Bumi Raja Mandiri. Dalam pelaksanaannya, manajemen pesantren menghadirkan tim ahli peternakan yang berpengalaman, guna memastikan pengelolaan berjalan profesional dan berkelanjutan.

Gambar 2: Santri sedang memberikan susu secara rutin kepada anakan kambing perah

Selain itu, program ini melibatkan secara aktif para santri dari kelas Entrepreneur bidang Peternakan, yang beranggotakan enam santri terpilih. Para santri ini mendapatkan bimbingan langsung mengenai cara pemeliharaan kambing, manajemen pakan, kebersihan kandang, hingga proses pemerahan susu dan pencatatan hasil produksi.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tapi juga wadah untuk belajar mandiri, berwirausaha, dan memberi manfaat ekonomi bagi umat,” ujar Direktur PT Bumi Raja Mandiri.

Adapun populasi kambing yang dimiliki Ruhama Al Fajar saat ini terdiri dari jenis Sapera dan Sanen, dua ras unggulan yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dalam menghasilkan susu. Dari total 87 ekor, 27 ekor merupakan anak kambing, 6 ekor merupakan pejantan, dan sisanya adalah kambing betina siap perah.

Gambar 3: Tampak Sisi Lain Apartemen Kambing Perah Ruhama Al Fajar

Proses pengembangan peternakan ini juga tidak lepas dari semangat kolaborasi. Tim ahli bersama para santri melakukan pendampingan rutin, mencakup pemeriksaan kesehatan hewan, pengaturan pola makan, dan manajemen reproduksi kambing. Dengan pendekatan ini, santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, sehingga terbentuk pengalaman nyata dalam dunia usaha dan peternakan.

“Kami merasa bangga bisa belajar langsung mengelola peternakan. Ini bukan sekadar praktik, tapi pembelajaran hidup — bagaimana memelihara, bertanggung jawab, dan bekerja dengan disiplin,” ujar salah satu santri peserta kelas Entrepreneur.

Menurut Pimpinan Pesantren Ruhama Al Fajar, program ini merupakan wujud nyata komitmen pesantren untuk mencetak santri yang mandiri dan visioner.

“Kami ingin santri Ruhama mampu menjadi generasi yang berilmu dan berdaya. Kemandirian ekonomi ini bukan sekadar program bisnis, tapi bagian dari dakwah melalui pemberdayaan,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Peternakan kambing Ruhama juga menjadi salah satu langkah awal dari rangkaian rencana besar pengembangan ekonomi pesantren berbasis produktivitas santri. Hasil dari program ini nantinya akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan internal pesantren serta membuka peluang distribusi produk olahan susu kambing kepada masyarakat luas.

Kehadiran program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis pesantren. Dengan semangat “Santri Mandiri, Indonesia Maju”, Pesantren Ruhama Al Fajar terus membuktikan bahwa pesantren mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat — memadukan antara ilmu, amal, dan wirausaha yang beretika.

Scroll to Top