KARYA BUKU SANTRI RUHAMA: 40 HADITS TENTANG AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW

(Foto – 1: Cover Buku Arba’in Hadits ‘an Khuluq al-Nabi SAW)

Buku Arba’in Hadits ‘an Khuluq al-Nabi SAW merupakan karya ilmiah santri Pesantren Ruhama Al Fajar Bogor yang disusun sebagai tugas akhir semester mata pelajaran Qiraah Kitab Hadits Sunan Abu Daud. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan setiap sore hari pukul 15.30–16.45 di Aula Leksamana Kumala Hayati (LKH) Pesantren Ruhama Al Fajar, di bawah bimbingan Ustadz Ade Darmawan. Buku ini merupakan hasil pembelajaran berbasis praktik langsung dalam memahami teks hadis, mengkaji makna, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad ﷺ secara ilmiah dan kontekstual.

Secara substansial, buku ini berfokus pada penggalian nilai-nilai akhlak Nabi Muhammad ﷺ melalui empat puluh hadis pilihan dari Kitab Sunan Abu Daud dan kitab hadits yang lainnya. Setiap judul hadis dirumuskan berdasarkan ijtihad santri, yang kemudian menentukan teks hadis yang relevan untuk menguatkan tema akhlak yang dimaksud. Pendekatan ini menunjukkan adanya latihan berpikir kritis dan ilmiah di kalangan santri, serta kemampuan mereka dalam mengaitkan teks hadis dengan nilai moral dan perilaku Nabi ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Isi buku ini menguraikan berbagai karakter utama Rasulullah ﷺ yang menjadi teladan universal bagi umat manusia. Pembahasan dimulai dari karakter fathanah (kecerdasan) Nabi dalam berbagai keadaan, baik dalam manajamen kebersihan, pengelolaan kesehatan, maupun dalam mengambil keputusan penting. Selanjutnya dibahas hadis-hadis tentang berpikir sebelum bertindak dan penggunaan ilmu serta akal yang sehat, yang memperlihatkan keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas dalam pribadi Nabi ﷺ.

Karakter amanah dan shidq (kejujuran) mendapat tempat penting dalam buku ini, karena keduanya merupakan fondasi moral yang menjadikan Nabi dipercaya oleh umatnya, bahkan sebelum diutus sebagai Rasul. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan karakter tabligh, yaitu kemampuan Nabi dalam menyampaikan kebenaran dengan penuh hikmah dan kasih sayang. Pada bagian akhir, buku ini mengangkat tiga karakter pendukung lain yang turut membentuk kesempurnaan akhlak Rasulullah ﷺ, yaitu kedisiplinan, kebersihan, dan kepedulian. Melalui hadis-hadis yang dipilih, santri menggambarkan bagaimana nilai-nilai tersebut bukan sekadar ajaran, melainkan perilaku nyata yang diwujudkan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Secara metodologis, buku ini menarik karena mengombinasikan ijtihad tematik dengan pembacaan sanad dan matan hadis secara sederhana namun sistematis. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi santri untuk berlatih memahami struktur hadis, menafsirkan konteks moralnya, dan menghubungkannya dengan kehidupan modern. Karya ini juga menunjukkan keberhasilan proses pendidikan di Pesantren Ruhama Al Fajar dalam menanamkan kecintaan terhadap ilmu hadis sekaligus menumbuhkan kesadaran moral santri untuk meneladani akhlak Nabi.

Dari sisi keunggulan, buku ini memiliki nilai edukatif dan spiritual yang tinggi. Penyajiannya menggambarkan upaya nyata untuk menghidupkan semangat tafaqquh fid-din (pendalaman agama) di kalangan santri. Adapun keterbatasannya terletak pada aspek analisis yang masih bersifat deskriptif, belum banyak menggali perbandingan makna atau implikasi sosial dari hadis-hadis yang dikaji. Meski demikian, untuk ukuran karya santri tingkat pesantren, buku ini merupakan prestasi ilmiah yang membanggakan dan sangat layak diapresiasi.

Secara keseluruhan, Arba’in Hadits ‘an Khuluq al-Nabi SAW bukan sekadar kumpulan hadis, tetapi juga cermin pendidikan akhlak yang berbasis nash dan keteladanan Nabi Muhammad ﷺ. Karya ini membuktikan bahwa pembelajaran kitab kuning dan hadis di pesantren tidak hanya menghasilkan pemahaman teks, tetapi juga menumbuhkan karakter Qurani dan Nabawi pada diri santri—sejalan dengan visi Pesantren Ruhama Al Fajar dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa dakwah.

Scroll to Top