Buku Arba‘un Hadits fi Asbâb al-Najâh fi al-‘Amal wa al-Rizq merupakan karya ilmiah keagamaan yang disusun oleh Muhammad Trio Hervinando, seorang santri Pesantren Ruhama Al Fajar, Bogor. Karya ini memuat empat puluh hadits Nabi Muhammad SAW yang secara tematik menguraikan prinsip-prinsip kesuksesan dalam bekerja dan mencari rezeki. Buku ini lahir dari tradisi akademik pesantren yang menekankan pentingnya penguasaan dan pemahaman terhadap sumber-sumber ajaran Islam, khususnya hadits, sebagai panduan hidup yang komprehensif, termasuk dalam bidang muamalah dan etos kerja Islami.
Secara umum, buku ini hadir sebagai refleksi atas pentingnya nilai-nilai spiritual dan moral dalam mencapai kesuksesan duniawi. Penulis mengumpulkan dan menjelaskan empat puluh hadits yang menyingkap sebab-sebab keberhasilan seseorang dalam mencari rezeki dan menjalankan profesinya. Dengan pendekatan normatif, penulis menempatkan kerja bukan semata aktivitas ekonomi, melainkan bagian integral dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Pendekatan ini selaras dengan paradigma Islam yang memandang rezeki tidak hanya sebagai hasil usaha rasional manusia, tetapi juga sebagai karunia ilahi yang ditentukan oleh keikhlasan, kejujuran, dan usaha yang halal.
Pada bagian awal, penulis menyoroti tema keutamaan bekerja dan mencari rezeki. Hadits-hadits pertama mengungkap bahwa bekerja merupakan bentuk jihad fi sabilillah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan untuk menafkahi diri serta keluarga. Dalam pandangan penulis, Islam menolak sikap malas dan menggantungkan hidup pada orang lain, sebab setiap Muslim dituntut untuk berikhtiar sesuai dengan kemampuannya.
Selanjutnya, penulis menguraikan hadits-hadits yang mendorong semangat dan kesungguhan dalam bekerja. Rasulullah SAW digambarkan sebagai sosok yang giat dan disiplin, bahkan mendoakan keberkahan bagi umatnya yang memulai pekerjaan di waktu pagi. Nilai produktivitas dan kerja keras ini menjadi salah satu sebab utama keberhasilan dalam pandangan Islam. Melalui hadits-hadits tersebut, penulis menekankan bahwa keberhasilan sejati lahir dari kombinasi antara ketekunan, kerja cerdas, serta kebergantungan penuh kepada Allah SWT.
Tema penting lain yang dibahas ialah kehalalan rezeki. Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa mencari rezeki halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim, dan bahwa rezeki yang haram akan menghapus keberkahan hidup. Penulis menegaskan bahwa kehalalan bukan hanya diukur dari sumber pendapatan, tetapi juga dari proses transaksi yang dilakukan. Di sinilah muncul pembahasan tentang larangan penipuan (gharar) dalam jual beli, larangan menjual barang cacat tanpa penjelasan, dan ancaman keras dari Al-Qur’an terhadap mereka yang berbuat curang dalam timbangan dan takaran.
Selain itu, penulis juga mengangkat nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kesuksesan, seperti kejujuran dan amanah dalam bisnis. Hadits-hadits yang dikaji menegaskan bahwa pedagang yang jujur akan dibangkitkan bersama para nabi dan orang-orang shiddiq di akhirat kelak. Dalam konteks ini, kejujuran bukan hanya strategi bisnis, melainkan identitas spiritual yang menunjukkan kesempurnaan iman. Penulis menegaskan bahwa keberhasilan sejati dalam Islam bukan hanya diukur dari aspek materi, tetapi juga dari keberkahan dan ketenangan batin yang lahir dari kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
Dari sisi metodologi, Arba‘un Hadits fi Asbâb al-Najâh fi al-‘Amal wa al-Rizq menggunakan pendekatan tahlili-normatif, yakni menafsirkan setiap hadits berdasarkan makna teks dan relevansinya dengan kehidupan modern. Penulis menampilkan hadits-hadits secara berurutan, kemudian memberikan penjelasan singkat mengenai pesan moral yang terkandung di dalamnya. Meskipun tidak banyak memuat analisis sanad atau aspek teknis keilmuan hadits, buku ini lebih menonjolkan dimensi praktisnya sebagai panduan etika kerja Islami.
Menariknya, karya ini merupakan hasil dari tugas akhir santri Pesantren Ruhama Al Fajar setelah menyelesaikan kajian terhadap Kutub al-Sittah (enam kitab hadits utama). Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan antara proses pendidikan di pesantren dengan praktik penulisan ilmiah yang aplikatif. Pesantren Ruhama Al Fajar, yang memiliki kekhasan pada bidang takhassus hadits, tampak berupaya menumbuhkan budaya menulis dan meneliti berbasis nash, dengan tujuan membentuk santri yang mampu menafsirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial dan profesional.
Secara keseluruhan, buku ini dapat dikategorikan sebagai karya ilmiah populer yang bernilai edukatif dan inspiratif. Arba‘un Hadits fi Asbâb al-Najâh fi al-‘Amal wa al-Rizq berhasil menyajikan panduan praktis tentang bagaimana seorang Muslim dapat meraih kesuksesan dalam pekerjaan dan rezeki melalui ketaatan, etos kerja, dan moralitas. Ia tidak hanya memotivasi pembaca untuk bekerja keras, tetapi juga mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bergantung pada kebersihan hati, niat yang tulus, dan usaha yang halal.
Dengan gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna, karya Muhammad Trio Hervinando ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai kenabian dapat diterjemahkan dalam konteks kewirausahaan dan profesionalisme modern. Buku ini layak dijadikan rujukan bagi santri, pelajar, maupun masyarakat luas yang ingin memahami prinsip-prinsip kerja Islami berdasarkan panduan hadits Nabi Muhammad SAW.