“Keteguhan Hati dalam Ujian” | Tafsir QS. Al-Baqarah:286

Kutipan Ayat

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”
(QS. Al-Baqarah: 286)


Tafsir Lengkap

Ayat ini turun sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Para ulama tafsir seperti Imam At-Tabari dan Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui batas kemampuan setiap manusia. Karena itu, setiap beban, musibah, atau ujian yang ditetapkan, pasti berada dalam jangkauan kemampuan seorang hamba.

Makna “kesanggupannya” bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan hati, mental, dan ruang gerak seseorang. Bahkan jika seseorang merasa tidak kuat, ayat ini menjadi pengingat bahwa Allah memberikan kekuatan yang tidak selalu disadari.

Para mufasir juga menegaskan bahwa ujian selalu sejalan dengan hikmah. Allah tidak menciptakan ujian untuk membuat hamba-Nya putus asa, tetapi untuk menumbuhkan kedewasaan, keteguhan, dan kedekatan kepada-Nya. Itulah sebabnya ayat ini sering disebut sebagai ayat penghibur—terutama bagi mereka yang sedang berada dalam masa sulit.


Pelajaran Penting

  1. Setiap manusia sudah Allah siapkan kapasitasnya.
    Tidak ada ujian yang datang secara acak; semuanya telah ditakar dengan sempurna sesuai kemampuan penerimanya.

  2. Kesulitan bukan tanda kebencian Allah.
    Justru melalui kesulitan, seseorang dapat naik derajatnya, belajar kesabaran, dan memahami arti tawakal.

  3. Ujian adalah sarana pertumbuhan.
    Apa yang tidak kita pahami hari ini mungkin akan menjadi kebijaksanaan besar di kemudian hari.

  4. Allah tidak meninggalkan hamba-Nya sendirian.
    Bantuan bisa datang melalui kekuatan batin, doa yang diijabah, sahabat yang menolong, atau jalan keluar yang tidak terduga.

  5. Ayat ini menjadi fondasi keteguhan.
    Banyak sahabat Nabi menjadikan ayat ini sebagai sumber ketenangan dan motivasi ketika menghadapi cobaan.


Refleksi Mendalam

Ketika hidup terasa berat, sering kali kita menyangka bahwa beban ini terlalu besar. Namun ayat ini membuktikan bahwa perasaan itu tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Ada kekuatan tersembunyi dalam diri setiap manusia, yang baru muncul ketika diuji.

Cobalah mengingat masa lalu—sebagian dari ujian yang pernah kita lalui dulu terasa mustahil, tetapi hari ini kita sudah melewatinya. Ini bukti nyata bahwa Allah membimbing setiap langkah, bahkan ketika kita merasa sendirian.

Ayat ini mengajak kita untuk berhenti sejenak dan berkata kepada diri sendiri:
“Kalau Allah yang Mahabijaksana memberi ujian ini, berarti aku bisa menghadapinya.”


Penutup

Hidup tidak selalu mudah, namun Allah tidak pernah menetapkan cobaan tanpa mempersiapkan kekuatan. Jadikan QS. Al-Baqarah: 286 sebagai pegangan ketika hati mulai melemah. Ketenangan akan hadir ketika kita percaya bahwa setiap ujian selalu membawa hikmah, pahala, dan pertolongan.

Scroll to Top