
Ruhama Al Fajar, 23 November 2025 — Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar kembali menunjukkan keseriusan dalam membangun generasi santri yang berkompeten dan siap terjun ke dunia profesional, melalui pelaksanaan Sertifikasi Food and Beverage Skill bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad pagi, pukul 10.00, bertempat di KAKERU (Kafe Kebun Ruhama), yang merupakan laboratorium entrepreneur resmi milik pesantren. Suasana pagi itu tampak berbeda dari biasanya; dapur produksi dan area pelatihan dipenuhi aktivitas intensif santri yang bersiap mengikuti ujian kompetensi resmi.
Pada pelaksanaan sertifikasi tersebut, pesantren menghadirkan dua tokoh penting dalam dunia kuliner profesional Indonesia. Yang pertama adalah Bapak Herman Sulaiman, anggota Association of Culinary Professionals (ACP) sekaligus seorang trainer yang berpengalaman dalam dunia pengajaran kuliner. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam proses ujian, karena bukan hanya bertindak sebagai penguji, tetapi juga memberikan arahan teknis, wawasan industri, dan pemahaman mengenai standar kerja profesional. Tokoh kedua adalah Bapak Bambang Murtianto, assessor resmi dari BNSP LSP, yang menjalankan penilaian sesuai standar nasional. Beliau memeriksa setiap detail mulai dari persiapan bahan, kebersihan, teknik memasak, hingga penyajian menu yang menjadi objek penilaian.
Sebanyak lima santri mengikuti proses sertifikasi ini. Mereka adalah Andriyansyah dari Medan, serta empat santri lainnya dari Bogor yaitu Muhammad Riswan, Oval Ramadhani, Mochammad Trio Hervinando, dan Jamaludin. Kelima santri ini merupakan peserta kelas Entrepreneur Konsentrasi Food and Beverage di Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar. Mereka telah menjalani pembelajaran dan praktik intensif di KAKERU selama beberapa bulan terakhir. Melalui latihan harian, mereka terbiasa mengelola dapur, mengoperasikan peralatan profesional, serta menyusun menu yang nantinya akan diuji dalam sertifikasi.
Menu yang menjadi objek penilaian merupakan hidangan-hidangan yang membutuhkan ketelitian, teknik memasak yang akurat, dan pemahaman rasa yang baik. Beberapa hidangan tersebut antara lain Gurame Asam Manis; Chicken Gordon Bleu dengan Wedges Potato; Butter of Vegetable with Mushroom Sauce; Grill Pan Sirloin Steak dengan Wedges Potato; serta Butter of Vegetable with Black Pepper Sauce. Para santri harus mengolah setiap menu dari tahap persiapan bahan hingga pengaturan plating yang menarik secara profesional. Proses ini bukan hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, kebersihan, dan sikap kerja, yang kesemuanya menjadi bagian penting dalam standar kompetensi Food and Beverage.

Pelaksanaan sertifikasi ini merupakan perwujudan nyata dari cita-cita besar Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar dalam membentuk generasi santri yang berjiwa entrepreneur, berkarakter Qurani, dan menjunjung nilai-nilai keteladanan Nabi. Pesantren meyakini bahwa kemampuan entrepreneur bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi merupakan bekal penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi di masa depan. Melalui fasilitas seperti KAKERU, para santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan langsung untuk bekerja dalam lingkungan profesional yang sesungguhnya. Kehadiran sertifikasi BNSP merupakan bentuk pengakuan kompetensi resmi yang semakin menguatkan langkah santri untuk memasuki dunia kerja atau membangun usaha mandiri.
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Herman Sulaiman dan Bapak Bambang Murtianto atas waktu, tenaga, dan ilmu yang diberikan kepada para santri. Kehadiran keduanya tidak hanya meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian, tetapi juga memberikan inspirasi yang sangat luas bagi para peserta. Nasihat, arahan, dan pengalaman yang disampaikan akan menjadi bekal penting dalam perjalanan karier para santri di masa mendatang.
Salah satu peserta, Muhammad Riswan, menyampaikan kesan mendalamnya setelah mengikuti ujian. “Alhamdulillah dengan mengikuti program sertifikasi BNSP saya merasa sangat terbantu dengan pengalaman yang membuat saya ingin lebih jauh mengetahui dunia memasak. Terima kasih kepada orang-orang yang sudah terlibat dalam program tersebut, khususnya kepada Ruhama Al Fajar tempat saya dididik, kepada yayasan, madrasah, kepada KAKERU tempat saya mengasah kemampuan. Terima kasih juga kepada Buya Salman, kepada Chef Herman, dan Chef Bambang yang sudah membantu berjalannya program,” ungkapnya.

Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar berharap bahwa kegiatan sertifikasi seperti ini dapat terus diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya, dan semakin banyak santri yang mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kompetensi entrepreneur di berbagai bidang. Harapannya, santri Ruhama tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk berkiprah di dunia internasional. Dengan ilmu, keterampilan, akhlak, dan sertifikasi profesional yang mereka miliki, pesantren optimis bahwa para santri akan menjadi generasi yang membawa kemanfaatan luas bagi masyarakat.
____________________________________________________________
Penulis Berita: Ade Darmawan (Anggota Jurnalis Ruhama News)