Ruhama News: 9 Mei 2026

Foto 1: Praktek santri yang sedang melakukan pertolongan pada korban yang tidak sadarkan diri
Kegiatan edukasi dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Ruhama Alfajar pada pagi hari yang cerah. Kegiatan ini menghadirkan rekan-rekan dari Teman Tanggap Community “BySave A Life” sebagai pemateri utama dalam memberikan pembelajaran seputar pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Kedatangan tim community disambut hangat oleh para santri beserta beberapa dewan guru yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi hari, para peserta sudah memadati lokasi pelatihan dengan penuh antusias untuk mengikuti rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga menjelang waktu dzuhur.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan perkenalan dari tim pemateri. Dalam penyampaiannya, para pemateri menjelaskan pentingnya pemahaman Bantuan Hidup Dasar sebagai langkah awal penyelamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Tidak hanya teori, para peserta juga diperlihatkan praktik langsung mengenai cara menangani korban pingsan, pemeriksaan kondisi korban, hingga penanganan luka berdarah.

Foto 2: Salah satu rekan tim yang sedang melakukan edukasi untuk para santri
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para santri tampak serius memperhatikan setiap arahan yang diberikan. Tim Teman Tanggap Community juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba langsung teknik pertolongan pertama menggunakan alat peraga medis berupa manekin.
Tidak hanya memberikan edukasi medis dasar, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa kepedulian sosial kepada para santri. Dalam beberapa simulasi yang dilakukan, peserta diajarkan bagaimana pentingnya bertindak cepat, tenang, dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat di sekitar mereka.
Salah satu pemateri dari Teman Tanggap Community menyampaikan bahwa keterampilan dasar seperti ini penting dimiliki oleh semua kalangan, terutama generasi muda.
“Ketika terjadi keadaan darurat, orang pertama di lokasi sering kali bukan tenaga medis. Karena itu, pengetahuan dasar seperti Bantuan Hidup Dasar sangat penting agar masyarakat bisa memberikan pertolongan awal dengan benar,” jelasnya.
Pelatihan semakin menarik ketika para peserta mulai melakukan simulasi secara bergantian. Gelak tawa dan semangat para santri turut mewarnai jalannya kegiatan, namun suasana tetap berjalan serius ketika memasuki sesi praktik penyelamatan korban.
Pihak Pondok Pesantren Ruhama Alfajar mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat tersebut. Selain memberikan wawasan baru, pelatihan ini juga dinilai mampu meningkatkan kesiapsiagaan santri dalam menghadapi situasi darurat di kehidupan sehari-hari.
“Ilmu seperti ini sangat penting untuk dipelajari. Kami berharap para santri tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan membantu sesama ketika dibutuhkan,” ujar salah satu dewan guru yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ditutup menjelang waktu dzuhur dengan sesi foto bersama antara pihak pesantren dan rekan-rekan Teman Tanggap Community “BySave A Life”. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri mampu memahami pentingnya tindakan cepat dan tepat dalam membantu korban, sekaligus menumbuhkan semangat kemanusiaan di lingkungan generasi muda.
Pembuat Berita: Tim Redaksi Ruhama Al Fajar