
Geografi dan Asal-Usul
Syekh Haji Junaid Thola Rangkuti lahir di Mandailing pada tahun 1897 dan wafat pada tahun 1948. Beliau adalah ulama yang terkenal di Mandailing dan Malaysia, sekaligus pengasas sistem perwakafan. Google Sites
Syekh Junaid Thola dilahirkan di Tarlola, sebuah kampung kecil yang termasuk dalam daerah Maga, Kotanopan, Kabupaten Tapanuli Selatan, wilayah Sumatera Utara, Indonesia. Beliau termasuk puak Mandailing dengan marga Rangkuti. Nama asli beliau adalah Simanonga. Rodovid
Daerah Mandailing secara geografis terletak di pedalaman Sumatera Utara, berbatasan dengan Sumatera Barat di sebelah selatan dan diapit pegunungan Bukit Barisan. Sejak berabad-abad, kawasan ini dikenal sebagai pusat peradaban Islam yang melahirkan deretan ulama besar Nusantara, berkat jalur ilmu yang mengalir dari Makkah, Madinah, dan kemudian Mesir ke tanah Mandailing.
Nama “Junaid” diberikan kepadanya oleh gurunya, Syekh Abdul Wahab Rokan, ketika beliau menuntut ilmu di Pesantren Babussalam Besilam, Langkat — sebuah pusat tarekat Naqsyabandiyah yang didirikan oleh Syekh Abdul Wahab Rokan. Nama Junaid diambil dari nama seorang ulama tasawuf yang sangat terkenal, yaitu Syekh Junaid al-Baghdadi. Rodovid
Perjalanan Ilmu yang Merentasi Tiga Negeri
Perjalanan menuntut ilmu Syekh Junaid Thola sungguh luar biasa panjang dan luas. Setelah menempuh pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Syekh Haji Junaid Thola mendapatkan dua pendidikan di Semenanjung Melayu, yakni melalui Che Doi Pondok Gajah Mati di Kedah dan Syekh Mohd. Salleh al-Masri di Bukit Mertajam, Pulau Pinang. Pendidikan itu mempertemukannya dengan tokoh ulama besar Melayu, Syekh Haji Wan Mustafa, pendiri Pondok Bendang Daya Patani yang sangat terkenal. NU Online
Berbeda dari ulama Mandailing lainnya, Syekh Junaid Thola menempuh pendidikan teologi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada tahun 1919. Namun beliau tetap meneruskan tradisi ulama Mandailing lainnya dengan belajar di Makkah. Pada tahun 1924, beliau menunaikan haji dan menetap selama setahun untuk belajar kepada Syekh Abdul Qadir bin Shabir al-Mandili — seorang ulama Mandailing yang telah menjadi guru bagi banyak ulama Nusantara — hingga memperoleh izin mengajar di Masjidil Haram. rumah sufie
Peran dalam Masyarakat:
Ulama, Pendidik, dan Pembangun Lembaga
Setelah belajar dari Universitas Al-Azhar Kairo dan Makkah, Syekh Haji Junaid Thola kembali ke Mandailing. Dari sinilah terlihat militansinya dalam membantu masyarakat. Beliau membuka pengajian-pengajian, dan selain memperbaiki akhlak serta pendidikan masyarakat, melalui yayasan yang dibangunnya, beliau berhasil mengangkat perekonomian masyarakat. Uinsaizu
Beliau adalah pendiri Pesantren Al-Junaidiyah di Kampung Lamo pada 2 Februari 1929. Yayasan ini dibentuk setelah melihat kondisi penduduk yang sangat memprihatinkan pada awal kepulangannya ke Mandailing, terutama soal pendidikan, akhlak, dan kehidupan beragama yang masih rendah dan tertinggal. Google Sites
Pelopor Sistem Wakaf di Mandailing
Salah satu sumbangan paling orisinal Syekh Junaid Thola kepada masyarakat adalah sistem wakaf yang beliau perkenalkan. Sepulang ke Hutanamale pada tahun 1927, Syekh Junaid Thola mendirikan Madrasah Islamiyah dengan sistem wakaf. Beliau menggerakkan keluarga-keluarga Muslim dan komunitas di Hutanamale untuk menyumbangkan harta mereka guna membeli tanah, mendirikan bangunan madrasah, kebun, dan mendirikan pasar wakaf. Gagasan brilian ini terinspirasi dari sistem wakaf yang beliau saksikan langsung di Universitas Al-Azhar Mesir. rumah sufie
Ulama Pejuang Anti-Kolonial
Syekh Junaid Thola merupakan seorang tokoh ulama yang anti-kolonial Belanda. Karena kondisi di Mandailing kala itu tidak kondusif, bahkan pemerintah kolonial Belanda pernah mengeluarkan perintah tangkap terhadap Syekh Junaid Thola, maka ia pun berhijrah ke Semenanjung Melayu. NU Online
Di Malaysia, ketika Syekh Haji Junaid Thola pulang dari Mesir, ia dilantik sebagai anggota Majlis Ulama Negeri Perak oleh Sultan Iskandar Syah, Sultan Perak Darul Ridzuan yang memerintah sejak 1918 hingga 1938. Google Sites
Pengaruh terhadap Masyarakat:
Contoh Nyata: Membangun Madrasah Lintas Batas Negara
Pengaruh Syekh Junaid Thola tidak terbatas di Mandailing semata. Di Malaysia, beliau mendirikan Madrasah Arabiyah Kampung Lalang pada tahun 1930, sekolah yang terus berkembang pesat. Keadaan ini mendorong berdirinya madrasah yang lebih lengkap dan teratur pada tahun 1931 dengan nama Madrasah Yahyawiyah. Kemudian beliau mendirikan pula Madrasah Diniyah Puteri yang diresmikan pada tahun 1935. Seorang ulama Mandailing membangun tiga lembaga pendidikan Islam di negeri jiran — sebuah pencapaian yang langka dan luar biasa. NU Online
Contoh Nyata: Melahirkan Putri yang Menjadi Pejuang Wanita
Pengaruh Syekh Junaid Thola tidak hanya dirasakan di bidang pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi penerus yang tangguh. Putrinya, Sakinah Junid Rangkuti, kelak menjadi pejuang emansipasi wanita di Malaysia dan Ketua Dewan Muslimat Partai Islam Se-Malaysia. Ini adalah bukti nyata bahwa seorang ulama yang visioner mampu menginspirasi generasi berikutnya melampaui zamannya sendiri. Rodovid
Contoh Nyata: Dicatat dalam Ensiklopedi Melayu Dunia
Pengakuan atas kebesaran Syekh Junaid Thola melampaui batas-batas kampung halamannya. Namanya dicatat dalam Ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu Jilid 4 yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, dan disebut sebagai “Ulama Progresif, Penggerak Kesedaran Politik dan Kemajuan Sosial Masyarakat Melayu” dalam Nadwah Ulama Nusantara III yang diselenggarakan pada tahun 2006. Rodovid
Contoh Nyata: Seminar Internasional untuk Mengenang Perjuangannya
Pada tahun 2000, sebuah seminar bertajuk “Aktualisasi Perjuangan Syekh Junaid Thola dalam Kebangkitan Umat Islam di Alam Melayu” diselenggarakan atas anjuran bersama Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), IAIN Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, dan Badan Perwakafan Madrasah Al-Junaidiyah Hutanamale. Sebuah seminar lintas negara untuk mengenang seorang ulama dari kampung kecil di Mandailing adalah bukti betapa besarnya pengaruh beliau di dua bangsa serumpun. Rodovid
Penutup Syekh Haji Junaid Thola Rangkuti adalah potret sempurna ulama Mandailing yang melampaui zamannya. Dari sebuah kampung kecil bernama Tarlola di lembah Mandailing, beliau menempuh perjalanan ilmu dari Langkat, Kedah, Pulau Pinang, Kairo, hingga Makkah al-Mukarramah. Sekembalinya ke tanah air, beliau tidak menyimpan ilmu untuk dirinya sendiri, melainkan menuangkannya ke dalam lembaga-lembaga pendidikan dan sistem wakaf yang menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat. Dan di Semenanjung Melayu, namanya dikenang sebagai ulama dua negeri yang berjuang dengan pena, mimbar, dan keteguhan iman untuk memuliakan umat Islam di mana pun beliau berpijak.