Tafsir Tematik Klasik: Asmaul Husna Dalam Al-Qur’an

Picture of Muflih Fadhil Harahap

Muflih Fadhil Harahap

Sumber pertama: surah Al-A’raf

وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۖ ۝١٨٠

Artinya: Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

Di tafsirkan pada kitab jalalain:

{ وَللَّهِ ٱلأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ } التسعة والتسعون الوارد بها الحديث، و(الحسنى) مؤنث (الأحسن) { فَٱدْعُوهُ } سمّوه { بِهَا وَذَرُواْ } اتركوا { ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ } من «ألحد ولحد»، يميلون عن الحق { فِى أَسْمَـٰئِهِ } حيث اشتقوا منها أسماء لآلهتهم: كاللات من (الله)، والعُزَّى من (العزيز)، ومناة من (المنان) { سَيُجْزَوْنَ } في الآخرة جزاء { مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ } وهذا قبل الأمر بالقتال.

Artinya: “Dan Allah mempunyai nama-nama yang paling indah (Asmaul Husna), yaitu 99 nama sebagaimana yang disebutkan dalam hadis. Kata al-husnā adalah bentuk muannats (perempuan) dari kata al-ahsan, yang berarti paling baik/indah.

Maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya. Mereka menyimpangkan nama-nama Allah dengan mengambil nama-nama tersebut untuk nama sesembahan mereka, seperti Al-Lāt yang berasal dari nama Allah, Al-‘Uzzā yang berasal dari nama Al-‘Azīz, dan Manāt yang berasal dari nama Al-Mannān.

Kelak mereka akan diberi balasan di akhirat sesuai dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. Ayat ini turun sebelum adanya perintah untuk berperang.”

Sumber kedua:surah Al-Hasyar

هُوَ اللّٰهُ الَّذِىۡ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ​ ۚ عٰلِمُ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ​ ۚ هُوَ الرَّحۡمٰنُ الرَّحِيۡمُ‏ ٢٢

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ٢٣

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَـٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ٢٤

Artinya: Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.(22)

Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(23)

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.(24)

Di tafsirkan di kitab jalalain:

{ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لاَ إِلَٰهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ } السرّ والعلانية { هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ }{ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لاَ إِلَٰهَ إِلاَّ هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ } الطاهر عما لا يليق به { ٱلسَّلَٰمُ } ذو السلامة من النقائص { ٱلْمُؤْمِنُ } المصدّق رسله بخلق المعجزة لهم { ٱلْمُهَيْمِنُ } من هَيْمَنَ يهيمن إذا كان رقيباً على الشيء، أي الشهيد على عباده بأعمالهم { ٱلْعَزِيزُ } القوي { ٱلْجَبَّارُ } جبر خلقه على ما أرادَ { ٱلْمُتَكَبِّرُ } عما لا يليق به { سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ } نزّه نفسه { عَمَّا يُشْرِكُونَ } به{ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِىءُ } المنشىء من العدم { ٱلْمُصَوِّرُ لَهُ ٱلأَسْمَاءُ ٱلْحُسْنَىٰ } التسعة والتسعون الوارد بها الحديث، والحسنى مؤنث الأحسن { يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوٰتِ وَٱلأَرْضِ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ } تقدم أولها

Artinya: “Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia mengetahui segala sesuatu yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia adalah Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Maha Memberi Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Maha Kuasa, dan Yang Maha Memiliki Keagungan. Mahasuci Allah dari segala sesuatu yang mereka sekutukan dengan-Nya.

Dialah Allah, Yang Maha Pencipta, Yang Mengadakan makhluk dari ketiadaan, dan Yang Maha Membentuk rupa. Milik-Nya nama-nama yang paling indah (Asmaul Husna).

Apa yang ada di langit dan di bumi semuanya bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Sumber ketiga:surah Thaha

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى ۝٨

Artinya: Allah tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nyalah nama-nama yang terbaik.

Di tafsirkan pada kitab jalalain:

{ ٱللَّهُ لآ إِلَٰهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ ٱلأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ } التسعة والتسعون الوارد بها الحديث، والحسنى مؤنث الأحسن.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia. Milik-Nya nama-nama yang paling indah (Asmaul Husna), yaitu 99 nama sebagaimana yang disebutkan dalam hadis. Kata al-husnā merupakan bentuk muannats dari al-ahsan, yang berarti yang paling baik atau paling indah.”

Kesimpulan dari pemabahasan di atas:

Dari tafsir-tafsir tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah memiliki Asmaul Husna, yaitu nama-nama yang paling indah dan sempurna, yang menunjukkan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.

Allah mengetahui segala sesuatu yang gaib maupun yang nyata, menyayangi seluruh makhluk-Nya, serta memiliki kekuasaan mutlak sebagai Raja dan Penguasa seluruh alam. Allah Mahasuci dari segala kekurangan, Maha Memberi keamanan, Maha Mengawasi dan mengetahui seluruh amal perbuatan manusia, Mahaperkasa, Mahakuasa, Maha Pencipta, dan Maha Membentuk rupa makhluk-Nya.

Karena itu, manusia diperintahkan untuk berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah, mengingat dan memuji-Nya, serta menyucikan-Nya dari segala sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.

Tafsir tersebut juga menjelaskan larangan menyimpangkan nama-nama Allah atau menggunakan nama-nama yang berkaitan dengan Allah untuk sesembahan selain-Nya. Orang-orang yang melakukan kesyirikan dan penyimpangan tersebut akan mendapatkan balasan sesuai dengan amal perbuatannya.

Intinya: seluruh makhluk di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Allah adalah Pencipta, Penguasa, dan satu-satunya Tuhan, sehingga kita wajib mengesakan-Nya, mengenal-Nya melalui Asmaul Husna, berdoa kepada-Nya, serta menjauhi segala bentuk kesyirikan.

Scroll to Top