Abdullah bin Mas’ud – Entrepreneur Sosial dan Penebar Ilmu yang Rendah Hati

Awal Perjalanan: Dari Gembala ke Ulama Besar

Abdullah bin Mas’ud bukanlah sosok yang dikenal karena kekayaannya, tetapi karena ilmunya, kesederhanaannya, dan pengaruh sosialnya. Ia berasal dari keluarga miskin di Makkah dan bekerja sebagai penggembala kambing milik Uqbah bin Abi Mu’ith.

Namun kehidupannya berubah ketika suatu hari Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar melewati tempatnya menggembala. Nabi meminta sedikit susu dari kambing yang belum diperah, dan ketika Abdullah menjawab bahwa kambing itu bukan miliknya, Rasulullah tersenyum dan memintanya membawa kambing lain yang belum pernah disusui. Dengan izin Allah, kambing itu mengeluarkan susu segar. Peristiwa sederhana itu menjadi awal perjumpaan Abdullah dengan Islam.

Entrepreneur Sosial yang Membangun Umat dengan Ilmu

Setelah masuk Islam, Abdullah bin Mas’ud dikenal sebagai salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dan menghafal Al-Qur’an. Ia tidak berbisnis dalam arti materi, tetapi berwirausaha dalam bidang sosial dan spiritual — menggunakan ilmunya sebagai aset yang ia sebarkan kepada umat.

Rasulullah ﷺ bahkan bersabda:

“Barangsiapa ingin mendengar Al-Qur’an sebagaimana ia diturunkan, maka dengarkanlah dari Ibn Mas’ud.”
(HR. Ahmad)

Ia bukan pedagang pasar, tapi pedagang kebaikan, menanam ilmu dan amal saleh yang hasilnya dirasakan oleh banyak generasi setelahnya. Abdullah bin Mas’ud mengajarkan bahwa entrepreneurship sejati tak selalu soal uang, tapi tentang bagaimana menciptakan nilai yang bermanfaat bagi orang lain.

Gaya Hidup Sederhana, Hati yang Kaya

Meskipun menjadi salah satu sahabat yang sangat dihormati, Abdullah bin Mas’ud hidup dengan sangat sederhana. Ia menolak kehidupan mewah dan lebih memilih hidup bersahaja. Baginya, kekayaan sejati ada pada ilmu, amal, dan ketenangan hati.

Ketika ia menjadi pejabat di Kufah pada masa Khalifah Umar bin Khattab, ia memimpin dengan penuh keadilan dan tidak memperkaya diri. Ia justru menggunakan kedudukannya untuk menolong orang miskin, mendidik masyarakat, dan menanamkan nilai kejujuran dalam perdagangan dan kehidupan sosial.

Pelajaran Entrepreneurial dari Abdullah bin Mas’ud

  1. Ilmu adalah aset terbesar. Pengetahuan yang dibagikan akan melahirkan manfaat yang tak terhitung.

  2. Kaya bukan berarti berlimpah harta, tapi berlimpah manfaat. Abdullah bin Mas’ud mengubah hidup banyak orang melalui keteladanan dan nasihatnya.

  3. Entrepreneur sosial harus berintegritas. Jabatan dan ilmu tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemaslahatan umat.

  4. Kesederhanaan adalah kekuatan. Ia menunjukkan bahwa ketenangan hidup tidak datang dari harta, tetapi dari hati yang bersih dan niat yang tulus.

Penutup

Abdullah bin Mas’ud adalah simbol entrepreneur sosial dalam Islam — seorang sahabat yang membangun manusia, bukan hanya bisnis. Ia mengajarkan bahwa membagikan ilmu dan menebar kebaikan adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling menguntungkan, karena keuntungannya mengalir hingga akhirat.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin berwirausaha dengan jiwa yang penuh keikhlasan dan misi sosial yang kuat.

Scroll to Top