Pendahuluan
Dalam dunia usaha, ambisi sering kali menjadi pisau bermata dua. Ia bisa mendorong kemajuan, tetapi juga bisa menjerumuskan pada ketamakan. Islam memberikan teladan bagaimana ambisi harus dikendalikan oleh amanah. Salah satu sahabat Nabi yang mencerminkan prinsip ini adalah Abdurrahman bin Samurah.
Ia dikenal bukan hanya sebagai sahabat yang taat, tetapi juga sebagai pribadi yang mampu mengelola harta dan usaha tanpa menjadikannya alat untuk mengejar kekuasaan atau popularitas.
Latar Belakang dan Karakter Dasar
Abdurrahman bin Samurah berasal dari Quraisy dan tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan aktivitas ekonomi dan kepemimpinan. Ia memahami bagaimana harta dan posisi dapat membuka banyak peluang. Namun justru karena pemahaman itulah, ia bersikap sangat hati-hati dalam menentukan arah hidupnya.
Rasulullah ﷺ pernah menasihatinya agar tidak meminta jabatan, karena jabatan yang dikejar ambisi sering membawa beban berat. Nasihat ini menjadi prinsip hidup Abdurrahman, termasuk dalam urusan ekonomi dan usaha.
Usaha dan Kemandirian Ekonomi
Abdurrahman bin Samurah dikenal sebagai pribadi yang mandiri. Ia bekerja, berdagang, dan mengelola penghasilan tanpa menggantungkan hidup pada jabatan atau kedudukan. Baginya, usaha adalah sarana menjaga kehormatan diri dan kebebasan mengambil keputusan yang lurus.
Dalam berusaha, ia menghindari ketergantungan pada kekuasaan. Ia tidak menggunakan kedekatan dengan pemimpin untuk memperkaya diri, dan tidak pula memanfaatkan jabatan untuk memonopoli peluang. Sikap ini menjadikan usahanya stabil dan dipercaya banyak pihak.
Prinsip Bisnis yang Dipegang
Ada tiga prinsip utama yang terlihat jelas dalam kehidupan Abdurrahman bin Samurah:
Pertama, usaha harus dibangun di atas kemampuan sendiri, bukan fasilitas kekuasaan.
Kedua, jabatan bukan sumber rezeki, melainkan amanah yang berat.
Ketiga, disiplin dan pengendalian diri adalah kunci keberlanjutan usaha.
Dengan prinsip ini, ia mampu menjaga jarak antara bisnis dan kepentingan pribadi yang berlebihan, sesuatu yang sangat relevan di era modern.
Pelajaran Kewirausahaan yang Bisa Dipetik
Dari Abdurrahman bin Samurah, kita belajar bahwa:
-
Tidak semua peluang harus diambil, terutama jika berisiko merusak integritas.
-
Kemandirian ekonomi memberi kebebasan moral dalam mengambil keputusan.
-
Bisnis yang sehat tidak bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan.
-
Menjaga prinsip sering kali lebih penting daripada memperbesar skala usaha.
Relevansi dengan Dunia Usaha Saat Ini
Di zaman sekarang, banyak pelaku usaha tergoda untuk “mendekat ke kekuasaan” demi kemudahan. Kisah Abdurrahman bin Samurah mengingatkan bahwa jalan tersebut tidak selalu membawa keberkahan. Usaha yang tumbuh secara mandiri justru lebih kuat menghadapi perubahan.
Model kewirausahaan seperti ini melahirkan bisnis yang tahan lama, dipercaya, dan tidak mudah runtuh saat situasi berubah.
Penutup
Abdurrahman bin Samurah adalah contoh wirausahawan muslim yang matang secara spiritual dan ekonomi. Ia mengajarkan bahwa kesuksesan bukan tentang seberapa dekat kita dengan kekuasaan, tetapi seberapa jauh kita mampu menjaga amanah dan disiplin diri.