Kutipan Ayat:
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar [39]: 9)
Tafsir dan Makna
Ayat ini menegaskan bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Ilmu tidak sekadar kumpulan pengetahuan duniawi, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang agama, amal, dan akhlak. Orang berilmu bukan hanya cerdas dalam logika, tetapi juga bijak dalam tindakan.
Abu Darda, salah satu sahabat Nabi ﷺ yang terkenal dengan kebijaksanaannya, sering menasihati umat agar menuntut ilmu dengan hati yang ikhlas. Ia mengatakan,
“Belajarlah sebelum kamu menjadi pemimpin. Karena bila kamu telah memimpin, kamu tidak sempat belajar.”
Baginya, ilmu adalah cahaya yang membimbing manusia agar tidak tersesat oleh hawa nafsu dan kesibukan dunia. Ia mengajarkan bahwa setiap muslim punya kewajiban belajar dan mengajarkan, sesuai kemampuan dan perannya di masyarakat.
Pelajaran dari Abu Darda
-
Ilmu adalah tanggung jawab moral. Orang berilmu harus membimbing dengan kasih sayang, bukan menghakimi.
-
Belajar adalah ibadah. Setiap langkah menuju majelis ilmu dihitung sebagai amal saleh.
-
Kebijaksanaan lahir dari ilmu yang diamalkan. Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah.
Refleksi
Dalam dunia modern yang penuh informasi, kita sering tahu banyak hal — tapi belum tentu bijak. Dari Abu Darda, kita belajar bahwa ilmu bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk menundukkan hati dan menebar manfaat.
Semoga kita termasuk dalam golongan yang selalu belajar, mengajarkan, dan mengamalkan ilmu demi keridhaan Allah.