Al-Fudhayl bin ‘Iyadh: Dari Perampok Menjadi Ulama Besar

Kutipan Ayat

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

Tafsir Singkat

Ayat ini menunjukkan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun. Para ulama menafsirkan bahwa Allah bukan hanya menerima taubat, tapi mencintai orang yang kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni selama manusia mau kembali dan memperbaiki hidupnya.

Pelajaran

  1. Tidak ada manusia yang terlalu buruk untuk berubah.
    Al-Fudhayl bin ‘Iyadh dulunya perampok jalanan, namun akhirnya menjadi salah satu ulama besar yang dihormati.

  2. Hidayah datang saat hati siap menerima.
    Perubahan Al-Fudhayl bermula dari satu ayat yang ia dengar pada malam hari, lalu menggetarkan seluruh hatinya.

  3. Ketulusan lebih penting daripada masa lalu.
    Orang yang dulunya banyak berbuat salah, jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, bisa lebih mulia daripada mereka yang tidak pernah berubah.

  4. Perjalanan spiritual setiap orang berbeda.
    Kita tidak boleh meremehkan seseorang hanya karena masa lalunya.

Refleksi

Kisah Al-Fudhayl mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah menutup pintu kembali bagi siapa pun. Bahkan di titik paling gelap hidup kita, selalu ada jalan pulang. Yang penting adalah keberanian untuk memulai langkah pertama menuju kebaikan.

Penutup

Semoga kisah ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, sekecil apa pun langkahnya. Allah melihat setiap upaya hamba-Nya, dan setiap niat baik selalu dihitung sebagai pahala.

Scroll to Top