Kutipan Ayat
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkan dengan adil…”
(QS. An-Nisā’: 58)
Tafsir dan Penjelasan
Ayat ini menegaskan bahwa keadilan adalah pilar utama dalam kehidupan seorang Muslim. Menurut tafsir Ibnu Katsir, Allah memerintahkan dua hal penting:
-
Menunaikan amanah kepada pemiliknya, baik amanah berupa harta, jabatan, tanggung jawab, atau kepercayaan.
-
Menetapkan hukum dengan adil, tanpa memihak, tanpa dipengaruhi kebencian, kedekatan, atau tekanan apa pun.
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini ditujukan kepada seluruh umat Islam, dari pemimpin hingga masyarakat biasa. Setiap bentuk keputusan, bahkan yang tampak kecil sekalipun, wajib dibangun atas kejujuran dan kebenaran.
Pelajaran yang Dapat Diambil
-
Islam menempatkan keadilan sebagai identitas seorang mukmin.
-
Setiap amanah—baik dari manusia maupun dari Allah—harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
-
Keputusan yang tidak adil dapat merusak masyarakat, keluarga, bahkan hubungan antarindividu.
-
Keadilan menunjukkan kebesaran jiwa seseorang, karena ia berani menegakkan kebenaran meski sulit.
Refleksi
Coba renungkan:
-
Apakah kita sudah adil dalam menilai orang lain?
-
Apakah kita menjaga amanah, sekecil apa pun?
-
Apakah keputusan-keputusan kita bebas dari rasa benci dan favoritisme?
Setiap kali kita menegakkan keadilan, kita sedang membangun lingkungan yang lebih baik untuk diri kita sendiri dan orang lain.
Penutup
Islam mengajarkan bahwa keadilan bukan pilihan, tetapi kewajiban. Jika seorang Muslim menjaga amanah dan bersikap adil, maka ia telah menjalankan bagian penting dari akhlak Nabi ﷺ dan mendekatkan diri kepada ridha Allah.