Keadilan sebagai Fondasi Kehidupan: Tafsir QS. An-Nahl Ayat 90

Kutipan Ayat

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan…”
(QS. An-Naḥl: 90)


Tafsir dan Penjelasan

Ayat ini dikenal sebagai salah satu ayat paling komprehensif dalam Al-Qur’an karena merangkum prinsip utama kehidupan sosial dan moral manusia. Menurut tafsir Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi, ayat ini sering dibacakan Nabi ﷺ dalam khutbah karena kandungannya yang mencakup perintah dan larangan secara seimbang.

Keadilan (al-‘adl) dalam ayat ini berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, baik dalam ucapan, sikap, maupun keputusan. Sementara ihsan adalah berbuat kebaikan lebih dari sekadar kewajiban. Islam tidak hanya menuntut keadilan yang kaku, tetapi juga mendorong kelembutan dan kepedulian.

Larangan dalam ayat ini menunjukkan bahwa rusaknya masyarakat berawal dari normalisasi perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Karena itu, ayat ini menjadi fondasi akhlak pribadi sekaligus sosial.


Pelajaran Penting

  1. Keadilan adalah kewajiban dasar setiap Muslim.

  2. Ihsan melampaui keadilan dengan kasih dan kepedulian.

  3. Akhlak sosial adalah bagian dari ibadah.

  4. Kerusakan masyarakat berawal dari rusaknya moral individu.

  5. Islam menata kehidupan dengan keseimbangan perintah dan larangan.


Refleksi

Di tengah kehidupan yang penuh kepentingan, keadilan sering dikalahkan oleh emosi dan keuntungan pribadi. Ayat ini mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya tanggung jawab pemimpin, tetapi kewajiban setiap individu—dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.

Ihsan mengajarkan bahwa menjadi benar saja belum cukup; kebaikan harus disertai dengan hati yang lapang dan sikap yang manusiawi.


Penutup

QS. An-Nahl ayat 90 menegaskan bahwa Islam hadir untuk menata kehidupan dengan keadilan dan kebaikan. Jika ayat ini benar-benar diterapkan, maka ketenteraman sosial bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan.

Scroll to Top