“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS. Luqman: 18)
Tafsir dan Penjelasan
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini adalah nasihat Luqman kepada anaknya agar menjauhi sifat sombong.
Kesombongan tercermin dari sikap meremehkan orang lain, memalingkan wajah dengan congkak, dan berjalan dengan penuh keangkuhan.
Al-Muyassar menjelaskan bahwa Allah menegaskan, orang yang sombong adalah yang paling jauh dari kasih sayang-Nya, karena sifat itu menunjukkan hati yang tertutup dari kebenaran.
Pelajaran dari Ayat Ini
-
Kesombongan adalah penyakit hati.
Ia muncul dari merasa diri lebih baik, lebih kaya, atau lebih berkuasa dibanding orang lain. -
Allah membenci kesombongan.
Sebesar apa pun amal seseorang, jika disertai sombong, nilainya bisa hilang di sisi Allah. -
Rendah hati adalah jalan mulia.
Semakin tinggi derajat seseorang, seharusnya semakin besar kerendahan hatinya.
Bahaya Kesombongan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji zarrah (debu).”
(HR. Muslim)
Kesombongan membuat seseorang menolak kebenaran dan meremehkan manusia, sebagaimana yang dilakukan Iblis ketika menolak sujud kepada Adam.
Teladan Kerendahan Hati
Rasulullah ﷺ, meski menjadi pemimpin umat, tetap duduk bersama sahabat layaknya orang biasa, makan di lantai, dan menyulam sandalnya sendiri.
Itulah puncak kerendahan hati seorang manusia mulia.
Penutup
Kesombongan hanya akan menjauhkan kita dari manusia dan Allah.
Kerendahan hati justru meninggikan derajat di dunia dan akhirat.
Ingatlah:
“Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”