Dalam kehidupan sehari-hari, makanan adalah bagian penting yang bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi spiritual. Salah satu kisah menarik yang diriwayatkan oleh sahabat Rasulullah ﷺ, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, mengajarkan kita bagaimana hal sederhana seperti makanan bisa menghubungkan kita dengan cinta dan teladan Nabi ﷺ.
Labu, Si Sederhana yang Dicintai Rasulullah ﷺ
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berkunjung ke rumah seorang budak yang juga berprofesi sebagai penjahit. Saat itu, hidangan yang disajikan adalah masakan yang mengandung labu (الدُّبَّاء). Rasulullah ﷺ makan dengan lahap, dan sejak saat itu, Anas bin Malik berkata:
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَتَى مَوْلًى لَهُ خَيَّاطًا، فَأُتِيَ بِدُبَّاءٍ، فَجَعَلَ يَأْكُلُهُ، فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّهُ مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْكُلُهُ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ pernah datang ke rumah seorang budak miliknya yang juga seorang penjahit. Lalu penjahit itu menghidangkan masakan yang di antaranya terdapat labu. Rasulullah ﷺ pun memakannya, sehingga sejak saat itu Anas berkata: “Aku terus menyukai labu sejak melihat Rasulullah ﷺ memakannya.”
Kisah ini sederhana, namun memiliki makna mendalam. Dari hal yang sangat kecil seperti makanan, kita bisa belajar bagaimana kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah ﷺ mempengaruhi kehidupan sehari-hari para sahabatnya. Anas bin Malik, dengan penuh cinta, mengikuti jejak Rasul ﷺ bahkan dalam hal makanan yang beliau sukai.
Mengambil Teladan dari Rasulullah ﷺ
Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Selain kecintaan pada Rasulullah ﷺ, ada beberapa hikmah yang bisa diambil:
- Meneladani Rasulullah ﷺ dalam Hal-Hal Sederhana
Rasulullah ﷺ bukan hanya menjadi teladan dalam hal ibadah atau muamalah, tetapi juga dalam kebiasaan sehari-hari seperti makanan. Mengikuti apa yang beliau sukai adalah bentuk kecintaan kita kepada beliau. - Sederhana dalam Pilihan Hidup
Meskipun labu adalah makanan yang sederhana, Rasulullah ﷺ tetap menikmatinya dengan penuh syukur. Ini mengajarkan kita untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tidak selalu mengejar kemewahan. - Cinta pada Sunnah
Melalui hadits ini, kita bisa melihat bagaimana sahabat begitu mencintai Rasulullah ﷺ sehingga apa yang beliau lakukan menjadi sumber inspirasi bagi mereka. Cinta pada sunnah tidak hanya melibatkan amalan besar, tetapi juga hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan Modern
Saat ini, di tengah gemuruh kehidupan modern, mungkin banyak dari kita yang lupa akan pentingnya menjaga sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Dari cerita sederhana tentang labu ini, kita diingatkan untuk selalu menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk hal-hal kecil yang sering terlewatkan.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mencoba menikmati labu dengan perspektif cinta kepada sunnah Rasulullah ﷺ? Yuk, mulai sekarang kita bisa menambah daftar cinta sunnah ini dengan hal sederhana seperti mencintai makanan yang pernah dinikmati Rasulullah ﷺ!