Menjaga Lisan: Tafsir QS. Qaf Ayat 18

Kutipan Ayat

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(QS. Qāf: 18)


Tafsir dan Penjelasan

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap ucapan manusia berada dalam pengawasan Allah. Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa malaikat Raqib dan Atid senantiasa mencatat seluruh perkataan manusia—baik yang dianggap kecil maupun besar.

Sering kali manusia berhati-hati dalam tindakan, tetapi lalai dalam ucapan. Padahal lisan dapat menjadi sebab keselamatan sekaligus sumber kebinasaan. Satu kalimat dapat menguatkan hati seseorang, tetapi satu kalimat lain dapat melukai dan merusak hubungan.

Di era digital, makna ayat ini semakin relevan. Ucapan bukan hanya yang keluar dari mulut, tetapi juga yang ditulis dan disebarkan. Setiap komentar, pesan, dan unggahan termasuk bagian dari “kata” yang tercatat.


Pelajaran Penting

  1. Setiap ucapan memiliki konsekuensi.

  2. Diam sering kali lebih selamat daripada berkata tanpa pertimbangan.

  3. Perkataan yang baik adalah bentuk sedekah.

  4. Tulisan di media sosial termasuk dalam tanggung jawab lisan.

  5. Kesadaran diawasi Allah membentuk kehati-hatian.


Refleksi

Banyak konflik bermula dari kalimat yang tidak terkontrol. Padahal menjaga lisan bukan hanya tentang menghindari dosa, tetapi juga tentang menjaga kehormatan diri dan kedamaian orang lain.

Orang yang matang imannya tidak mudah bereaksi, tidak tergesa-gesa membalas, dan tidak ringan menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya.


Penutup

QS. Qaf ayat 18 mengajarkan bahwa lisan adalah amanah. Mengendalikannya bukan kelemahan, melainkan tanda kekuatan dan kedewasaan iman.

Scroll to Top