
Ruhama Al Fajar, 13 Desember 2025 — Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar terus menunjukkan komitmennya dalam membekali santri dengan kompetensi abad ke-21. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi para santri, yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Aula LKH Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh pihak pesantren bekerja sama dengan BASS Training Center & Consultant, sebuah lembaga pelatihan dan konsultan yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi dan literasi digital. Dalam kegiatan ini, Ibu Eva Rosmalia, selaku Executive Director BASS Training Center & Consultant, hadir sebagai pemateri utama sekaligus fasilitator pelatihan.
Pelatihan ini mengusung tema “AI Literacy for Everyone: Understand, Apply, Create”, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap teknologi AI, menumbuhkan sikap kritis dan bijak dalam penggunaannya, serta mendorong santri agar mampu memanfaatkan AI secara produktif dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.
Peserta pelatihan merupakan santri kelas 4 hingga kelas 7 dari berbagai kelompok kelas yang ada di Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar, meliputi Kelas Tahfidz, Qiraatul Kutub, serta Kelas LKH-Bisnis. Kehadiran santri dari berbagai latar kelas ini menunjukkan bahwa literasi AI dipandang sebagai kebutuhan bersama yang relevan untuk semua santri, tanpa terkecuali.
Diawali dengan Pre-Test untuk Mengukur Kemampuan Awal
Kegiatan pelatihan diawali dengan pelaksanaan pre-test yang diberikan kepada seluruh peserta. Pre-test ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal santri terkait AI, sekaligus menjadi instrumen evaluasi untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan program pelatihan yang diselenggarakan.
Melalui pre-test tersebut, panitia dan pemateri memperoleh gambaran mengenai sejauh mana santri telah mengenal konsep AI, baik dari sisi pengertian dasar, pemanfaatan, maupun persepsi mereka terhadap teknologi tersebut. Hasil pre-test ini nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program literasi AI di lingkungan pesantren.
Pengenalan Konsep Dasar AI dan Perannya dalam Kehidupan Manusia
Setelah sesi pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti mengenai konsep dasar kecerdasan buatan (AI). Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa AI merupakan teknologi yang dirancang untuk membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan, bukan untuk menggantikan peran manusia itu sendiri.
Santri diberikan pemahaman bahwa AI hadir sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan produktivitas manusia, apabila digunakan dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Pemateri juga menekankan pentingnya sikap kritis dan etis dalam menggunakan AI, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.
Selain itu, santri juga diperkenalkan dengan bagaimana AI dapat “berdampingan” dengan manusia, menjadi mitra dalam proses belajar, bekerja, dan berkarya. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman santri, sehingga materi dapat diterima dengan baik dan mudah dipahami.
Memahami Cara Kerja AI agar Lebih Interaktif
Tidak hanya membahas AI dari sisi manfaat, pelatihan ini juga mengajak santri untuk memahami bagaimana AI bekerja di dalam sistemnya. Pemateri menjelaskan secara sederhana bagaimana AI memproses data, merespons perintah pengguna (user), serta menghasilkan output berdasarkan instruksi atau prompt yang diberikan.
Dengan pemahaman ini, santri diharapkan mampu berinteraksi secara lebih efektif dengan AI, serta tidak sekadar menjadi pengguna pasif. Santri juga diajak untuk memahami bahwa kualitas hasil yang diberikan AI sangat dipengaruhi oleh cara pengguna memberikan perintah atau instruksi.
Pendekatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa AI bukanlah teknologi yang “ajaib”, melainkan sistem yang bekerja berdasarkan data, algoritma, dan input dari manusia. Dengan demikian, santri dapat memanfaatkan AI secara lebih optimal dan bertanggung jawab.
Praktik Langsung Pemanfaatan Platform AI
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian santri adalah pengenalan dan praktik langsung penggunaan beberapa platform AI yang relevan dengan kebutuhan santri. Dalam sesi ini, santri tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak untuk mencoba secara langsung penggunaan AI dalam konteks nyata.
Salah satu platform yang diperkenalkan adalah Rezi AI, sebuah platform berbasis AI yang dapat digunakan untuk membuat curriculum vitae (CV) secara profesional dan terverifikasi. Santri diberikan pemahaman bahwa CV yang baik merupakan salah satu bekal penting di masa depan, baik untuk melamar pekerjaan, mengikuti program magang, maupun keperluan administrasi lainnya.
Pemateri menjelaskan bahwa ke depan, keterampilan dalam menyusun CV dan data biografi yang rapi serta profesional akan sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pengenalan Rezi AI ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi santri dalam mempersiapkan masa depan mereka sejak dini.
Selain itu, santri juga dibekali dengan keterampilan menyusun prompt yang efektif dalam penggunaan Gemini, salah satu platform AI yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelajaran, penulisan, hingga eksplorasi ide kreatif. Santri diajarkan bagaimana merangkai prompt yang jelas, spesifik, dan terarah agar AI dapat memberikan hasil yang maksimal dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Antusiasme Tinggi dan Suasana Pelatihan yang Interaktif
Selama proses pelatihan berlangsung, para santri menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan santri dalam bertanya, berdiskusi, serta mencoba langsung berbagai fitur AI yang diperkenalkan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan komunikatif, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Untuk menambah semangat belajar, pihak BASS Training Center & Consultant juga menyediakan berbagai doorprize dan bingkisan menarik bagi para santri. Pemberian doorprize ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas keaktifan peserta, tetapi juga menciptakan suasana pelatihan yang lebih menyenangkan dan berkesan.
Kehadiran doorprize dan bingkisan tersebut semakin memotivasi santri untuk mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan semangat, serta menjadikan kegiatan pelatihan ini sebagai pengalaman belajar yang positif dan inspiratif.

Komitmen Pesantren dalam Literasi Digital dan AI
Melalui kegiatan pelatihan ini, Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pendidikan pesantren. Literasi AI dipandang sebagai bagian penting dari literasi digital yang perlu dimiliki oleh santri agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Kerja sama dengan BASS Training Center & Consultant diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan program literasi AI yang berkelanjutan di lingkungan pesantren. Dengan bekal pemahaman, keterampilan, dan sikap yang tepat dalam menggunakan AI, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bijak, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya.
Kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan dunia global yang semakin berbasis teknologi.