Ruh Bisnis dalam Islam: Meneladani Shifa binti Abdullah – Pengusaha Muslimah di Zaman Nabi ﷺ

Ketika kita membicarakan entrepreneurship dalam Islam, sering kali tokoh-tokoh laki-laki seperti Abdurrahman bin Auf atau Umar bin Khattab menjadi sorotan. Namun, tahukah kamu bahwa ada seorang sahabiyah (sahabat perempuan) yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus ahli medis dan guru literasi? Dialah Shifa binti Abdullah.


Siapakah Shifa binti Abdullah?

Shifa adalah perempuan Quraisy dari Bani Adi, yang dikenal karena kecerdasannya, ketekunan dalam berdagang, dan keahliannya dalam pengobatan. Ia termasuk perempuan pertama yang melek huruf di kalangan kaum Quraisy, dan bahkan diangkat oleh Rasulullah ﷺ untuk mengajarkan membaca dan menulis kepada perempuan lainnya.

Selain itu, ia juga dikenal memiliki keterampilan mengobati penyakit dengan metode ruqyah dan ilmu kesehatan tradisional, yang membuatnya sangat dihormati, baik oleh kaum wanita maupun pria pada masa itu.


Shifa dan Bisnisnya

Shifa tidak hanya berkecimpung dalam dunia pendidikan dan pengobatan. Ia juga aktif dalam perdagangan, mengikuti jejak para saudagar Quraisy dan memanfaatkan relasi sosialnya dengan cara yang etis dan strategis.

Lebih dari itu, Shifa pernah diangkat oleh Khalifah Umar bin Khattab sebagai pengawas pasar di Madinah (semacam kepala otoritas pasar) — jabatan yang sangat strategis dan luar biasa bagi seorang wanita pada masa itu. Ini menunjukkan pengakuan terhadap integritas, kepemimpinan, dan kecakapan bisnisnya.


Apa yang Bisa Kita Pelajari?

  1. Perempuan juga bisa jadi entrepreneur sukses tanpa kehilangan jati diri sebagai muslimah.

  2. Literasi adalah pintu rezeki dan kekuatan — Shifa memulai dengan pendidikan, lalu mengembangkan keahlian, lalu membangun bisnis.

  3. Entrepreneur Muslim harus punya akhlak — Shifa dikenal jujur, amanah, dan adil dalam berdagang.

  4. Islam membuka ruang bagi perempuan berkontribusi di ruang publik – termasuk di bidang ekonomi.


Refleksi

Apakah kita sudah memaksimalkan potensi dan keahlian yang kita miliki untuk menjadi jalan rezeki?
Sudahkah kita menanamkan etika dalam berbisnis, bukan hanya mencari untung tapi juga keberkahan?


Penutup

Shifa binti Abdullah adalah bukti nyata bahwa Islam sejak awal memberi ruang bagi perempuan untuk maju, berdagang, dan memimpin – selama dibingkai dalam nilai-nilai iman dan integritas. Ia bukan hanya entrepreneur biasa, tapi pengusaha berkelas yang meninggalkan jejak sejarah dalam peradaban Islam.

Bisnis bukan sekadar mencari uang. Ia adalah cara untuk menebar manfaat, membuka lapangan kerja, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Scroll to Top