SANTRI RUHAMA TELAH MENYELESAIKAN SETORAN HAFALAN 30 JUZ DENGAN QIRAAH AL-IMAM IBNU KATSIR

Oleh: Ade Darmawan – 18 September 2025

Foto: Ali Akbar Sanjani ketika proses rekaman murattal di Studio Pesantren Ruhama Al Fajar

Ruhama Al Fajar, 18 September 2025 — Kabar menggembirakan datang dari lingkungan Pesantren Ruhama Al Fajar. Salah satu santri terbaiknya, Ali Akbar Sanjani, berhasil menyelesaikan setoran hafalan Al-Qur’an 30 juz dengan qiraah Al-Imam Ibnu Katsir, di bawah bimbingan langsung Buya Hamdan Abdul Hamid, Direktur Pesantren Ruhama Al Fajar.

Prestasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan Al-Qur’an di Ruhama, sekaligus membuktikan komitmen lembaga dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya juang tinggi.

Perjalanan Santri dari Lombok Menuju Ruhama

Ali Akbar Sanjani merupakan putra asal Dusun Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia lahir pada tahun 2007 dan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dengan kehidupan ekonomi yang sederhana.

Meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan finansial, semangat dan tekad kuat Sanjani untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Sejak kecil, ia sudah menaruh keinginan besar untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Keinginan itu kemudian membawanya menempuh pendidikan di Pesantren Ruhama Al Fajar, sebuah lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan program Tahfidzul Qur’an dan pembinaan karakter santri yang kuat.

Penyelesaian Dua Qiraah dalam Dua Tahun

Sebelum menyelesaikan hafalan 30 juz dengan qiraah Al-Imam Ibnu Katsir pada 18 September 2025, Sanjani terlebih dahulu menamatkan hafalan 30 juz Al-Qur’an dengan qiraah Hafs pada 5 September 2024. Proses menghafal tersebut ditempuh dalam waktu relatif singkat, yakni dua tahun, dengan disiplin dan jadwal murajaah yang ketat.

Selama proses menghafal, Sanjani dikenal sebagai santri yang tekun, fokus, dan berkomitmen tinggi. Ia mampu mengalokasikan waktu hingga 8 jam setiap harinya untuk menghafal dan mengulang hafalan. Tidak hanya itu, ia juga aktif mengikuti kegiatan pesantren lainnya, seperti khidmah di dapur santri dan kelas broadcasting, khususnya di bidang audio, yang merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan santri di Ruhama.

Prestasi dan Teladan bagi Santri Lain

Selain dikenal karena ketekunannya dalam menghafal, Ali Akbar Sanjani juga menorehkan prestasi di tingkat kabupaten. Ia berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Tahfidz Al-Qur’an 15 Juz antar pesantren se-Kabupaten Bogor, yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an, Ciseeng. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan ketekunan berbuah hasil gemilang.

Sanjani mengaku bahwa sosok yang paling menginspirasi dan memotivasinya dalam perjalanan hafalan adalah gurunya sendiri, Buya Hamdan Abdul Hamid. “Beliau bukan hanya guru yang mengajarkan hafalan, tetapi juga membimbing kami untuk memahami adab, kesungguhan, dan makna menjadi seorang penghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Dalam wawancara singkat, Sanjani juga menyampaikan pesan dan motivasi kepada para penuntut ilmu Al-Qur’an:

“Belajar tahfidz di Ruhama sangat luar biasa. Banyak rintangan, tapi juga banyak keberkahan. Bagi para penuntut ilmu, bersungguh-sungguhlah dalam menghafal, karena Al-Qur’an akan menjadi syafaat baginya di akhirat.”

Harapan dan Dukungan dari Pesantren Ruhama Al Fajar

Direktur Pesantren Ruhama Al Fajar, Buya Hamdan Abdul Hamid, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian yang diraih oleh Sanjani. Menurut beliau, keberhasilan ini adalah hasil dari kesungguhan, disiplin, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu.

“Keberhasilan Sanjani adalah bukti bahwa semangat dan keikhlasan dalam belajar Al-Qur’an tidak pernah sia-sia. Kami berharap ia menjadi inspirasi bagi santri lain untuk terus berjuang dan menjaga kemurnian niat dalam menghafal Al-Qur’an,” ujar Buya Hamdan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Pesantren Ruhama Al Fajar terus berkomitmen untuk mencetak generasi Qurani yang tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Program tahfidz di Ruhama dirancang tidak hanya menekankan pada aspek hafalan, tetapi juga pada adab, akhlak, dan pengembangan kompetensi diri santri, sehingga mereka siap menjadi pemimpin umat di masa depan.

Menjadi Inspirasi bagi Generasi Qurani

Keberhasilan Ali Akbar Sanjani menjadi inspirasi bagi banyak pihak, khususnya para santri di Ruhama dan generasi muda penghafal Al-Qur’an di seluruh Indonesia. Di tengah keterbatasan ekonomi dan tantangan zaman, Sanjani membuktikan bahwa kesungguhan dan kedekatan dengan Al-Qur’an adalah kunci keberhasilan sejati.

Cita-citanya yang luhur untuk menjadi imam besar di Masjidil Haram menjadi bukti betapa tinggi semangatnya dalam berkhidmat kepada Al-Qur’an dan umat Islam. Ruhama Al Fajar pun terus mendukung dan mendoakan agar langkah-langkah mulia Sanjani senantiasa diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak santri berprestasi yang membawa nama baik pesantren di tingkat nasional maupun internasional.

Scroll to Top