ULASAN BUKU: Kajian Rijal Hadits atas Perawi Bernama Muhammad dalam Shahih al-Bukhari

(Gambar – 1: Cover Asyhar al-Ruwat bi Ismi Muhammad min al-Shahih Al-Imam Abi ‘Abdillah Muhammad)

Ulasan Buku Karya Santri

Identitas Karya

Judul karya ini adalah Asyhar al-Ruwat bi Ismi Muhammad min al-Shahih Al-Imam Abi ‘Abdillah Muhammad (Biografi Para Perawi yang Terkenal dengan Nama Muhammad dari Kitab Shahih Al-Imam Abi ‘Abdillah Muhammad al-Bukhari). Karya ini disusun oleh seorang santri tingkat Marhalah Sadisah pada Program Takhassus Qiraatul Kutub, kelas Qiraah Hadits Kutubussittah, Pondok Pesantren Ruhama Al Fajar, yang bernama Muhammad. Buku ini merupakan bagian dari tradisi akademik kepesantrenan yang menekankan penguatan kemampuan literasi ilmiah, khususnya dalam bidang hadits dan ilmu-ilmu pendukungnya.

Latar Belakang dan Tujuan Penulisan

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya Ilmu Rijal al-Hadits dalam menjaga otentisitas dan kredibilitas periwayatan hadits Nabi Muhammad ﷺ. Di tengah melimpahnya literatur hadits, kajian mengenai para perawi sering kali dianggap teknis dan hanya diminati oleh kalangan terbatas. Oleh karena itu, karya ini hadir untuk menjembatani kebutuhan akademik sekaligus kebutuhan pembaca umum terhadap kajian biografi perawi hadits yang disusun secara sistematis, ringkas, dan mudah dipahami.

Secara khusus, buku ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengulas 41 perawi hadits yang memiliki kesamaan nama, yakni Muhammad, dan tercantum dalam sanad hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya. Pemilihan fokus pada nama “Muhammad” bukan semata-mata karena faktor kesamaan nama, melainkan karena frekuensi kemunculan para perawi tersebut dalam sanad Shahih al-Bukhari serta peran penting mereka dalam transmisi hadits-hadits sahih.

Metodologi dan Sumber Rujukan

Dalam proses penyusunan karya ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dengan menjadikan kitab Siyar A‘lam al-Nubala karya Imam al-Dzahabi sebagai rujukan utama. Kitab ini merupakan salah satu karya monumental dalam bidang Tarjamah al-Rijal, yang diakui luas oleh para ulama sebagai referensi otoritatif dalam menilai kehidupan, keilmuan, dan kredibilitas para perawi hadits.

Langkah-langkah yang ditempuh penulis diawali dengan menelusuri sanad-sanad hadits dalam Shahih al-Bukhari untuk mengidentifikasi nama-nama perawi yang bernama Muhammad. Setelah itu, penulis meneliti biografi masing-masing perawi dalam Siyar A‘lam al-Nubala dan sumber-sumber pendukung lainnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disusun ulang dalam format biografi yang sistematis, sehingga mudah dikonsumsi oleh pembaca dari berbagai latar belakang.

Sistematika dan Isi Buku

Buku ini menyajikan biografi para perawi secara berurutan dan konsisten. Setiap biografi memuat beberapa unsur pokok, antara lain:

  1. Nama lengkap dan kunyah perawi.
  2. Tahun lahir dan wafat (apabila tersedia).
  3. Sirah singkat kehidupan dan perjalanan keilmuannya.
  4. Guru-guru dan murid-muridnya.
  5. Keterangan penting terkait kredibilitas dan keutamaannya sebagai perawi hadits.

Biografi pertama yang dipaparkan adalah Muhammad bin Basyyar, yang lebih dikenal dengan julukan Bundar, seorang perawi besar yang masyhur karena kekuatan hafalannya terhadap hadits. Biografi ini kemudian diikuti oleh perawi-perawi lainnya, seperti Muhammad bin Jubair bin Muth‘im, Muhammad bin Muslim, Muhammad bin ‘Abdurrahman, Muhammad bin Ghurair al-Zuhri, dan diakhiri dengan biografi Muhammad bin ‘Abdillah bin Numair. Keseluruhan biografi tersebut disajikan dengan gaya yang ringkas namun tetap mempertahankan ketelitian ilmiah.

Kontribusi Akademik dan Nilai Keilmuan

Salah satu keunggulan utama buku ini adalah keberhasilannya mengemas kajian Ilmu Rijal yang bersifat teknis menjadi bacaan yang relatif mudah dipahami. Buku ini tidak hanya memberikan informasi faktual mengenai para perawi, tetapi juga menanamkan pemahaman kepada pembaca tentang betapa ketat dan seriusnya para ulama hadits dalam menjaga keabsahan periwayatan.

Melalui penjelasan mengenai latar belakang kehidupan, jaringan keilmuan (guru dan murid), serta penilaian ulama terhadap masing-masing perawi, pembaca diajak untuk memahami bahwa sebuah hadits tidak sampai kepada umat Islam secara sembarangan. Kredibilitas perawi menjadi salah satu pilar utama yang menjamin kesahihan hadits, dan hal ini tercermin dengan jelas dalam uraian-uraian yang disajikan dalam buku ini.

Bahasa dan Penyajian

Buku ini disusun dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Penyajian teks Arab berfungsi untuk mempertahankan keaslian redaksi dan nuansa ilmiah dari sumber rujukan utama, sementara alih bahasa ke dalam Bahasa Indonesia menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan pembaca. Dengan demikian, buku ini dapat dinikmati baik oleh kalangan penggiat hadits dan santri tingkat lanjut, maupun oleh pembaca awam yang memiliki ketertarikan terhadap kajian biografi ulama.

Penutup

Secara keseluruhan, Asyhar al-Ruwat bi Ismi Muhammad min al-Shahih Al-Imam Abi ‘Abdillah Muhammad merupakan karya yang memiliki nilai akademik dan edukatif yang tinggi. Buku ini tidak hanya menjadi bukti kesungguhan penulis dalam mengkaji hadits dan ilmu-ilmu pendukungnya, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pengayaan khazanah literatur hadits di lingkungan pesantren. Karya ini layak diapresiasi sebagai bacaan rujukan bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat para perawi hadits dan memahami pentingnya Ilmu Rijal dalam menjaga kemurnian sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

 

Scroll to Top