Tonjong, 30 Juni 2026

Pondok Pesantren Ruhama Alfajar menggelar Wisuda Santri Angkatan ke-3 sebagai ungkapan rasa syukur atas tuntasnya proses pendidikan dan pembinaan para santri selama tujuh tahun. Bukan sekadar seremoni kelulusan, momentum ini menjadi penanda berakhirnya satu fase perjalanan para santri sebagai penuntut ilmu di lingkungan pesantren sekaligus awal langkah mereka mengemban amanah di tengah masyarakat sebagai generasi Qurani yang berkarakter Nabawi.
Prosesi wisuda yang berlangsung di Villa Madina, Tonjong, pada Selasa (30/6), diselimuti suasana khidmat sekaligus penuh kebahagiaan. Ratusan tamu yang terdiri atas orang tua dan wali santri, para asatidz, dewan guru, serta tamu undangan memadati lokasi acara untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Turut hadir beberapa tamu istemewa yang memberikan dukungan serta doa bagi para wisudawan agar senantiasa istiqamah dalam mengamalkan ilmu yang telah mereka peroleh.


Rangkaian acara dibuka dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ yang menghidupkan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Setelah itu, para hadirin disuguhkan beragam penampilan yang dipersembahkan oleh para santri dan wisudawan. Salah satunya adalah penampilan FNB, disusul penampilan MY NUHA, tim Kajian Musikal binaan Pondok Pesantren Ruhama Alfajar yang mengusung dakwah melalui seni musik dan lagu. Penampilan-penampilan tersebut menjadi bukti bahwa dakwah dapat disampaikan dengan pendekatan yang kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat.
Menariknya, seluruh jalannya acara merupakan hasil kerja sama para santri sendiri. Mulai dari pembawa acara (MC), panitia pelaksana, hingga para pengisi acara merupakan santri Pondok Pesantren Ruhama Alfajar yang diberikan amanah untuk menyukseskan kegiatan di bawah arahan dan bimbingan para asatidz serta dewan guru. Hal ini mencerminkan sistem pendidikan pesantren yang tidak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan berorganisasi, serta semangat gotong royong.

Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda para santri Angkatan ke-3. Satu per satu nama wisudawan dipanggil untuk menerima penghargaan atas perjuangan mereka menyelesaikan pendidikan selama tujuh tahun. Tangis haru orang tua, senyum bangga para guru, dan wajah penuh syukur para wisudawan berpadu menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana, menandai berakhirnya perjalanan panjang yang penuh dengan proses, pengorbanan, dan perjuangan.
Keberhasilan para wisudawan tidak hanya diukur dari selesainya masa pendidikan. Sebagian dari mereka berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz sebagai buah dari kedisiplinan dan ketekunan selama menempuh pendidikan di pesantren. Selain itu, para lulusan juga dibekali berbagai keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi kehidupan di tengah masyarakat. Mereka mendapatkan pembinaan dalam bidang administrasi, mengajar, pertanian, peternakan, hingga penyuntingan (editing), disertai pembentukan karakter yang menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.


Dalam sambutannya, pengasuh Pondok Pesantren Ruhama Alfajar menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari luasnya ilmu atau banyaknya hafalan yang dimiliki, tetapi juga dari akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh selama di pesantren hendaknya menjadi cahaya yang menerangi kehidupan, bukan sekadar kebanggaan pribadi.
Pesan yang paling membekas disampaikan kepada seluruh wisudawan menjelang berakhirnya acara. Dengan penuh ketulusan, beliau berpesan agar para santri senantiasa menjaga bakti kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu.
“Jangan sampai menyakiti hati ibu. Berbaktilah kepadanya hingga akhir hayatmu, karena di sanalah salah satu kunci kesuksesanmu.”
Nasihat tersebut disambut dengan suasana haru. Bagi para wisudawan, kalimat sederhana itu menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun ilmu yang dimiliki, keberkahan hidup tidak akan terlepas dari ridha kedua orang tua.


Wisuda Santri Angkatan ke-3 Pondok Pesantren Ruhama Alfajar pada akhirnya bukan sekadar menjadi penutup perjalanan pendidikan selama tujuh tahun. Lebih dari itu, wisuda merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para lulusan kini membawa amanah untuk mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Mengusung semangat “Mengukir Prestasi, Mencetak Generasi Qurani Berkarakter Nabawi,” Pondok Pesantren Ruhama Alfajar kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian. Harapannya, setiap langkah yang ditempuh para wisudawan setelah meninggalkan pesantren akan menjadi ikhtiar untuk menghadirkan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.