Utsman bin Affan: Sahabat Dzun Nurain yang Memilih Memberi daripada Memegang

Gambar Ilustrasi dari AI

Biografi Singkat

Utsman bin Affan lahir dari keluarga kaya dan terhormat di Makkah dari suku Quraisy, Bani Umayyah. Ayahnya Affan bin Abi al-As adalah pedagang sukses, ibunya Arwa binti Kuraiz. Sejak kecil ia sudah bisa membaca dan menulis — sesuatu yang langka di Makkah kala itu — dan dikenal dengan akhlak yang luhur: pemalu, santun, dan sangat menjaga lisannya. Detik.comDetik.com

Hidayah datang melalui ajakan Abu Bakar ash-Shiddiq. Tanpa ragu ia menerima Islam dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Ia mendapat gelar istimewa Dzun Nurain — pemilik dua cahaya — karena menikahi dua putri Rasulullah, Ruqayyah kemudian Ummu Kultsum. Ia wafat secara tragis, dibunuh oleh kelompok pemberontak saat sedang membaca Al-Qur’an di rumahnya. Detik.comDetik.com


Kisah Paling Mashur: Menaklukkan Sumur dengan Kecerdasan dan Keikhlasan

Setelah hijrah ke Madinah, kaum Muslimin menghadapi krisis air. Satu-satunya sumber air terbaik adalah Sumur Raumah milik seorang Yahudi yang menjual airnya dengan harga mahal. Rasulullah SAW berseru, “Siapa saja yang menyumbangkan hartanya untuk membebaskan sumur itu lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala.” (HR Muslim) Republika IDRepublika ID

Utsman langsung menemui pemilik sumur dan berhasil membelinya seharga 12.000 dirham dengan kesepakatan bergantian: sehari milik Utsman, sehari milik sang Yahudi. Inilah titik paling cerdas dari kisah ini. Utsman menyerukan kaum muslimin untuk mengambil air sebanyak mungkin di hari miliknya — cukup untuk persediaan dua hari — sehingga ketika giliran sang Yahudi tiba, tak ada satu pun pembeli yang datang. Republika OnlineRepublika Online

Melihat pendapatannya anjlok, si pemilik sumur akhirnya setuju menjual sisanya kepada Utsman. Utsman mengeluarkan 8.000 dirham lagi, lalu mewakafkan seluruh sumur itu sepenuhnya untuk umat. Total 20.000 dirham dari kantong pribadi, tanpa satu pun yang diminta kembali. Mujahid DakwahRepublika Online

Sumur Raumah itu hingga kini masih ada di samping Masjid Qiblatain, dikelilingi kebun kurma yang dikelola Departemen Pertanian Saudi, dan hasilnya masih dimanfaatkan untuk umat. Wakaf Utsman masih mengalir hampir 1.400 tahun setelah ia pergi. ResearchGate


Peran dalam Masyarakat

Meski salah satu orang terkaya di kalangan Quraisy, jiwa Utsman tetap sederhana dan selalu bergerak untuk membantu orang yang kesulitan. Ketika Masjid Nabawi terasa sempit, ia membeli tanah di sampingnya untuk perluasan masjid dengan harga 25.000 dirham. Ketika pasukan Muslim butuh bekal Perang Tabuk, ia menyediakan 300 ekor unta dan 1.000 dinar dari kantong pribadinya. LpmqkemenagLaduni


Pengaruhnya

Jasa terbesar Utsman adalah mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf dengan satu dialek bacaan agar kaum muslimin bersatu. Mushaf Utsmani kemudian dikirim ke Basrah, Kufah, Syam, dan Madinah. Setiap Al-Qur’an yang dibaca oleh lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia hingga hari ini adalah warisan langsung dari keputusannya empat belas abad silam. Lpmqkemenag


Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Pertama, harta yang paling abadi adalah yang diberikan, bukan yang disimpan. Sumur Raumah masih mengalir manfaatnya hampir satu setengah milenium setelah Utsman wafat — tidak ada investasi duniawi yang bisa menandinginya.

Kedua, kedermawanan yang cerdas lebih berdampak dari sekadar kedermawanan yang besar. Cara Utsman membeli setengah sumur lalu membebaskan air bagi kaum muslimin hingga si pemilik sendiri terpaksa menjual sisanya adalah contoh bahwa memberi dengan strategi jauh lebih efektif.

Ketiga, sifat malu bukan kelemahan, melainkan penjaga kemuliaan. Utsman dikenal sebagai sahabat yang paling pemalu, namun justru rasa malu itulah yang membuat setiap pemberiannya tulus dan setiap ucapannya terjaga.

Keempat, warisan terbaik seorang Muslim adalah sesuatu yang terus bermanfaat setelah ia tiada. Mushaf Al-Qur’an yang ia kumpulkan dan sumur yang ia wakafkan adalah dua warisan yang tidak pernah berhenti mengalir manfaatnya hingga hari ini.


Sumber: Muslim.or.id — “Biografi Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu”; Gentaqurani.id — “Seri Biografi Sahabat Nabi: Utsman bin Affan”; Detik.com — “Kisah Sahabat Nabi Utsman bin Affan, Kaya Raya tapi Dermawan”; Dompet Dhuafa Jabar — “Kisah Utsman bin Affan yang Mewakafkan Sumur”; LAZPERSIS — “Sumur Raumah, Kebaikan Utsman bin Affan untuk Umat Manusia”.

Scroll to Top