
Santri Ruhama Al Fajar
AYAT PERTAMA YAITU : SURAH ALI I’MRAN : AYAT 49
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ە ۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ ۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۚ ٤٩
(Allah akan menjadikannya) sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata,) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah. Aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit buras (belang) serta menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah. Aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kerasulanku) bagimu jika kamu orang-orang mukmin.
TAFSIR SURAH ALI I’MRAN AYAT 49:
Top of Form
{ وَ } نجعله { رَسُولاً إِلَىٰ بَنِى إِسْرٰءيلَ } في الصبا أو بعد البلوغ، فنفخ جبريل في جيب درعها فحملت وكان من أمرها ما ذكر في سورة (مريم)[19: 16-34] فلما بعثه الله إلى بني إسرائيل قال لهم: إني رسول الله إليكم { أَنّي } أي بأني { قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ } علامة على صدقي { مِّن رَّبِّكُمْ } هي { أَنّي } وفي قراءة بالكسر استئنافاً { أَخْلُقُ } أُصوِّر { لَكُمْ مّنَ ٱلطّينِ كَهَيْئَةِ ٱلطَّيْرِ } مثل صورته فالكاف اسم مفعول { فَأَنفُخُ فِيهِ } الضمير للكاف { فَيَكُونُ طَيْرًا } وفي قراءة (طائراً) { بِإِذُنِ ٱللَّهِ } بإرادته فخلق لهم (الخفّاش) لأنه أكمل الطير خلقاً فكان يطير وهم ينظرونه فإذا غاب عن أعينهم سقط ميتاً { وَأُبْرِىء } أشفي { ٱلأَكْمَهَ } الذي وُلد أعمى { وَٱلاْبْرَصَ } وخُصا بالذكر لأنهما داءا إعياء وكان بعثه في زمن الطب فأبرأ في يوم خمسين ألفاً بالدعاء بشرط الإيمان { وَأُحّي ٰلْمَوْتَى ِٰ بِإِذْنِ ٱللهِ } كرّره لنفي توهم الألوهية فيه فأحيا عازر صديقاً له وابن العجوز وابنة العاشر فعاشوا ووُلِدَ لهم، وسام بن نوح ومات في الحال { وَأُنَبّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ } تخبئون { فِى بُيُوتِكُمْ } مما لم أعاينه فكان يخبر الشخص بما أكل وبما يأكل بعد { إِنَّ فِى ذَلِكَ } المذكور { لأَيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ }.
ARTI TAFSIR SURAH ALI I’MRAN AYAT 49
“Dan Kami menjadikannya sebagai rasul kepada Bani Israil,” baik ketika masih kecil maupun setelah dewasa. Kemudian Jibril meniupkan ruh ke saku bajunya, lalu Maryam mengandung. Kisah tentang dirinya telah disebutkan dalam Surah Maryam ayat 16–34.
Ketika Allah mengutus Isa kepada Bani Israil, ia berkata kepada mereka:
“Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian.”
Maksudnya: “Aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian.”
Mukjizat itu antara lain: “Aku membuat untuk kalian dari tanah sesuatu yang berbentuk seperti burung.” Kemudian aku meniupnya, lalu dengan izin Allah ia menjadi burung.
Dalam tafsir ini disebutkan bahwa burung yang dibuat adalah kelelawar, karena dianggap sebagai burung yang paling sempurna bentuk penciptaannya. Burung itu dapat terbang di hadapan mereka, tetapi ketika tidak lagi terlihat, ia jatuh dan mati.
“Aku juga menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta.” Keduanya disebut secara khusus karena merupakan penyakit yang sulit disembuhkan pada masa itu.
“Dan aku menghidupkan orang-orang yang telah mati dengan izin Allah.” Pengulangan kata “dengan izin Allah” dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Isa tidak memiliki sifat ketuhanan; semua itu terjadi atas izin Allah.
Ia juga memberitahukan kepada mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka, padahal ia tidak melihatnya secara langsung.
“Sesungguhnya dalam semua yang disebutkan itu terdapat suatu tanda (mukjizat) bagi
kalian, jika kalian benar-benar beriman.”
KESIMPULAN TAFSIR SURAH ALI I’MRAN
Teks tersebut merupakan penjelasan tentang Nabi Isa AS ketika diutus kepada Bani Israil. Setelah Allah mengutusnya sebagai rasul, Isa menyampaikan bahwa dirinya datang membawa tanda-tanda atau mukjizat dari Allah sebagai bukti kerasulannya.
Mukjizat yang disebutkan ada beberapa:
AYAT KEDUA ADA PADA SURAH AL A’RAF: AYAT 107-108
فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۖ ١٠٧
Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata.
وَّنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَࣖ ١٠٨
Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya).
TAFSIR SURAH AL A’RAF AYAT 107-108
{ فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ } حية عظيمة.
“Lalu dia melemparkan tongkatnya, maka seketika tongkat itu menjadi seekor ular yang nyata.”
Sedangkan حَيَّةٌ عَظِيمَةٌ artinya “ular yang besar/besar sekali.”
Jadi, frasa terakhir itu menjelaskan ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ sebagai ular besar yang jelas/nyata
AYAT 108:
{ وَنَزَعَ يَدَهُ } أخرجها من جيبه { فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ } ذات شعاع { لِلنَّٰظِرِينَ } خلاف ما كانت عليه من الأدمة.
“Dan dia mengeluarkan tangannya.” Maksudnya, dia mengeluarkan tangannya dari sakunya.
“Maka seketika tangan itu menjadi putih,” yakni memancarkan cahaya, “bagi orang-orang yang melihatnya,” berbeda dari keadaan sebelumnya yang berwarna cokelat/gelap (sawo matang).
KESIMPULAN NYA :
Intinya: Musa melemparkan tongkatnya, lalu tongkat itu berubah menjadi ular besar yang nyata.
DAN AYAT 108:
Intinya: Nabi Musa mengeluarkan tangannya dari saku → tangannya tiba-tiba menjadi putih bercahaya → perubahan itu berbeda dari warna kulitnya sebelumnya.
DAN ADA JUGA DI DALAM SURAH AL QAMAR AYAT 1 -2:
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ ١
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ ٢
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
TAFSIR SURAT AL QAMAR AYAT 1-2:
{ ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ } قربت القيامة { وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ } انفلق فلقتين على أبي قبيس وَقعَيْقَعان آية له صلى الله عليه وسلم وقد سئلها فقال (اشهدوا) رواه الشيخان.
ARTI NYA: 1. Telah dekat hari Kiamat, dan bulan telah terbelah.”
Maksudnya, hari Kiamat sudah semakin dekat, dan bulan terbelah menjadi dua bagian, di Jabal Abu Qubais dan Jabal Qaiqa‘an, sebagai tanda/mukjizat bagi Nabi Muhammad ﷺ. Ketika orang-orang meminta beliau menunjukkan tanda tersebut, beliau bersabda, “Saksikanlah.” Riwayat ini disebutkan oleh Bukhari dan Muslim.
TAFSIR AYAT KE 2
{ وَإِن يَرَوْاْ } أي كفار قريش { ءايَةً } معجزة له صلى الله عليه وسلم { يُعْرِضُواْ وَيَقُولُواْ } هذا { سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ } قوي من المرة :القوة أو دائم.
“Dan jika mereka (orang-orang kafir Quraisy) melihat suatu mukjizat dari Nabi Muhammad ﷺ, mereka berpaling dan berkata, ‘Ini adalah sihir yang kuat’ atau ‘sihir yang terus-menerus.’”
KESIMPULAN DARI TAFSIR KEDUA AYAT DI ATAS ADALAH:
AYAT KE 1:
Intinya: Kiamat sudah semakin dekat, dan bulan terbelah menjadi dua sebagai mukjizat Nabi Muhammad ﷺ.
AYAT KE 2:
Intinya: orang-orang Quraisy melihat mukjizat Nabi ﷺ, tapi mereka menolaknya dan menyebutnya sihir.






Platform resmi Yayasan Ruhama Al Fajar yang menyajikan informasi terbaru seputar kegiatan, program, dan perkembangan Ruhama Al Fajar secara akurat dan terupdate.
Pondok Pesantren
BCA : 7005444322
BSI : 7778884008
a.n. Yayasan Ruhama Al Fajar Kaliputih
©2025 Yayasan Ruhama Al Fajar