
Tematik Tafsir Klasik: Sifat Sifat Allah Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
Author
Sumber pertama
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١
qul huwallâhu aḫad
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢
allâhush-shamad
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣
lam yalid wa lam yûlad
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
Tafsir surah al-ikhlas
{ قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ } فالله خبر «هو» و «أحد» بدل منه أو خبر ثان.
{ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ } مبتدأ وخبر: أي المقصود في الحوائج على الدوام.
{ لَمْ يَلِدْ } لانتفاء مجانسته. { وَلَمْ يُولَدْ } لانتفاء الحدوث عنه.
{ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ } أي مكافئاً ومماثلاً و «له» متعلق ب «كفواً» وقُدِّم عليه لأنه مَحطُّ القصد بالنفي، وأَخَّر «أحد» وهو اسم «يكن» عن خبرها رعاية للفاصلة.
Kesimpulan Tafsir Surah Al-Ikhlas
Surah Al-Ikhlas menjelaskan keesaan dan kesempurnaan Allah Swt. Allah adalah satu-satunya Tuhan, tempat seluruh makhluk bergantung dalam segala kebutuhan. Allah tidak memiliki anak dan tidak pula dilahirkan, karena Allah tidak sama dengan makhluk dan tidak mengalami permulaan. Tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang setara, serupa, atau sebanding dengan Allah.
Sumber kedua:
فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِؕ جَعَلَ لَـكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا وَّ مِنَ الۡاۡنۡعَامِ اَزۡوَاجًا ۚ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيۡهِ ؕ لَيۡسَ كَمِثۡلِهٖ شَىۡءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ
Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan pula. Dengan cara itu Dia mengembangbiakkan kamu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Tafsir ayat ini
{ فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَاتِ وَٱلأَرْضِ } مبدعهما { جَعَلَ لَكُمْ مّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا } حيث خلق حواء من ضلع آدم { وَمِنَ ٱلأَنْعَٰمِ أَزْوٰجاً } ذكوراً وإناثاً { يَذْرَؤُكُمْ } بالمعجمة يخلقكم { فِيهِ } في الجعل المذكور، أي يكثركم بسببه بالتوالد والضمير للأناسي والأنعام بالتغليب { لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءٌ } الكاف زائدة لأنه تعالى لا مثل له { وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ } لما يقال { ٱلبَصِيرُ } لما يفعل.
Kesimpulan Tafsir
Allah Swt. adalah Pencipta langit dan bumi serta seluruh makhluk. Allah menciptakan pasangan bagi manusia dan hewan sebagai sebab berkembangnya keturunan. Tidak ada satu pun makhluk yang serupa atau setara dengan Allah. Allah Maha Mendengar segala perkataan dan Maha Melihat segala perbuatan makhluk-Nya.
Sumber ketiga
هُوَ اللّٰهُ الَّذِىۡ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ عٰلِمُ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ هُوَ الرَّحۡمٰنُ الرَّحِيۡمُ ٢٢
Artinya:Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
هُوَ اللّٰهُ الَّذِىۡ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلۡمَلِكُ الۡقُدُّوۡسُ السَّلٰمُ الۡمُؤۡمِنُ الۡمُهَيۡمِنُ الۡعَزِيۡزُ الۡجَـبَّارُ الۡمُتَكَبِّرُؕ سُبۡحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشۡرِكُوۡنَ ٢٣
Artinya:Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
هُوَ اللّٰهُ الۡخَـالِـقُ الۡبَارِئُ الۡمُصَوِّرُ لَـهُ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰىؕ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۚ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡحَكِيۡمُ ٢٤
Artinya:Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Tafsir ayat ini:
{ هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لاَ إِلَٰهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ } السرّ والعلانية { هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ }.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لاَ إِلَٰهَ إِلاَّ هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ } الطاهر عما لا يليق به { ٱلسَّلَٰمُ } ذو السلامة من النقائص { ٱلْمُؤْمِنُ } المصدّق رسله بخلق المعجزة لهم { ٱلْمُهَيْمِنُ } من هَيْمَنَ يهيمن إذا كان رقيباً على الشيء، أي الشهيد على عباده بأعمالهم { ٱلْعَزِيزُ } القوي { ٱلْجَبَّارُ } جبر خلقه على ما أرادَ { ٱلْمُتَكَبِّرُ } عما لا يليق به { سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ } نزّه نفسه { عَمَّا يُشْرِكُونَ } به.
{ هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِىءُ } المنشىء من العدم { ٱلْمُصَوِّرُ لَهُ ٱلأَسْمَاءُ ٱلْحُسْنَىٰ } التسعة والتسعون الوارد بها الحديث، والحسنى مؤنث الأحسن { يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوٰتِ وَٱلأَرْضِ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ } تقدم أولها.
Kesimpulan Tafsir
Tafsir tersebut menjelaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah dan tidak ada sesembahan selain-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang gaib maupun yang nyata, serta memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang sempurna, seperti Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam, Al-‘Aziz, Al-Khaliq, dan Al-Hakim.
Allah adalah Pencipta seluruh makhluk, menciptakan mereka dari ketiadaan dan memberikan bentuk kepada mereka. Tidak ada kekurangan pada Allah dan Dia Mahasuci dari segala bentuk kesyirikan. Seluruh makhluk di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya, dan Allah Mahaperkasa serta Mahabijaksana.
Sumber keempat:
اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى ٥
Artinya: (Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) berkuasa atas ʻArasy
Tafsir ayat ini:
هو { ٱلرَّحْمَٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ } وهو في اللغة سرير الملك { ٱسْتَوَىٰ } استواء يليق به تعالى.
Kesimpulan Tafsir
Tafsir tersebut menjelaskan bahwa Allah adalah Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan Allah beristiwa di atas ‘Arsy dengan cara yang sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya. ‘Arsy secara bahasa berarti singgasana atau tempat duduknya raja. Dalam hal ini, sifat Allah tidak disamakan dengan sifat makhluk.
Sumber kelima:
اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَۗ يَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًاࣖ ١٠
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad), (pada hakikatnya) mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Oleh sebab itu, siapa yang melanggar janji (setia itu), maka sesungguhnya (akibat buruk dari) pelanggaran itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan menganugerahinya pahala yang besar
Tafsir ayat ini:
{ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ } بيعة الرضوان بالحديبية { إِنَّمَا يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ } هو نحو { مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ } [80:4]{ يَدُ ٱللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ } التي بايعوا بها النبي أي هو تعالى مطلع على مبايعتهم فيجازيهم عليها { فَمَن نَّكَثَ } نقض البيعة { فَإِنَّمَا يَنكُثُ } يرجع وبال نقضه { عَلَىٰ نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَٰهَدَ عَلَيْهِ ٱللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ } بالياء والنون { أَجْراً عَظِيماً }.
Kesimpulan Tafsir
Tafsir tersebut menjelaskan tentang Baiat Ridhwan yang dilakukan para sahabat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Baiat kepada Rasulullah ﷺ pada hakikatnya merupakan ketaatan kepada Allah. “Tangan Allah di atas tangan mereka” menunjukkan bahwa Allah mengetahui dan menyaksikan baiat mereka serta akan memberikan balasan atasnya.
Orang yang mengingkari atau melanggar baiat, maka akibat buruknya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sedangkan orang yang menepati janji kepada Allah, akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah.



