Tafsir Tematik Klasik: Dalil Wujud Allah Dalam Al-Quran (Ayat Kauniyyah dan Qur'aniyyah)

Bagikan
Facebook
WhatsApp
Telegram
Threads
Picture of Ahmad Asmui Nasution

Ahmad Asmui Nasution

Santri Ruhama Kelas Ratu Kalinyamat Jurusan Qiraatul Kutub-Marhalah Khamisah

Bagikan
Picture of Ahmad Asmui Nasution

Ahmad Asmui Nasution

Santri Ruhama Kelas Ratu Kalinyamat Jurusan Qiraatul Kutub-Marhalah Khamisah

1. QS. Al-Baqarah: 164

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُو ۝١٦٤

Artinya: Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti

 Shafwatut tafasir :

{ إِنَّ فِي خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلأَرْضِ } أي إِن في إِبداع السماوات والأرض بما فيهما من عجائب الصنعة ودلائل القدرة { وَٱخْتِلاَفِ ٱللَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ } أي تعاقبهما بنظام محكم، يأتي الليل فيعقبه النهار، وينسلخ النهار فيعقبه الليل، ويطول النهار ويقصر الليل والعكس { وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِي تَجْرِي فِي ٱلْبَحْرِ } أي السفن الضخمة الكبيرة التي تسير في البحر على وجه الماء وهي موقرةٌ بالأثقال { بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ } أي بما فيه مصالح الناس من أنواع المتاجر والبضائع { وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ } أي وما أنزل الله من السحاب من المطر الذي به حياة البلاد والعباد { فَأَحْيَا بِهِ ٱلأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا } أي أحيا بهذا الماء الزروع والأشجار، بعد أن كانت يابسة مجدبة ليس فيها حبوب ولا ثمار { وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ } أي نشر وفرّق في الأرض من كل ما يدب عليها من أنواع الدواب، المختلفة في أحجامها وأشكالها وألوانها وأصواتها { وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَاحِ } أي تقليب الرياح في هبوبها جنوباً وشمالاً، حارة وباردة، وليّنة وعاصفة { وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلأَرْضِ } أي السحاب المذلّل بقدرة الله، يسير حيث شاء الله وهو يحمل الماء الغزير ثم يصبُّه على الأرض قطرات قطرات، قال كعب الأحبار: السحاب غربال المطر ولولا السحاب لأفسد المطر ما يقع عليه من الأرض { لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ } أي لدلائل وبراهين عظيمة دالة على القدرة القاهرة، والحكمة الباهرة، والرحمة الواسعة لقوم لهم عقول تعي وأبصار تدرك، وتتدبر بأن هذه الأمور من صنع إِله قادر حكيم. ثم أخبر تعالى عن سوء عاقبة المشركين الذين عبدوا غير الله 

Artinya: “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi” yaitu, sungguh dalam penciptaan langit dan bumi beserta segala keajaiban yang ada di dalamnya terdapat bukti-bukti yang menunjukkan kesempurnaan ciptaan dan kekuasaan Allah.“Dan pergantian malam dan siang” yaitu silih bergantinya malam dan siang dengan aturan yang sangat rapi. Malam datang setelah siang, kemudian siang datang setelah malam. Terkadang siang lebih panjang dan malam lebih pendek, dan terkadang sebaliknya.“Dan kapal-kapal yang berlayar di laut” yaitu kapal-kapal besar yang berlayar di atas permukaan laut meskipun membawa muatan yang sangat berat.“Dengan membawa apa yang bermanfaat bagi manusia” yaitu berbagai kebutuhan dan kemaslahatan manusia, seperti barang dagangan, hasil perdagangan, dan berbagai macam kebutuhan lainnya.“Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air” yaitu hujan yang Allah turunkan dari awan, yang menjadi sebab kehidupan bagi manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.“Lalu dengan air itu Dia menghidupkan bumi setelah matinya” yaitu Allah menghidupkan tanaman, pepohonan, dan berbagai tumbuhan dengan air hujan, setelah sebelumnya bumi itu kering, tandus, dan tidak menghasilkan biji-bijian maupun buah-buahan.“Dan Dia menyebarkan di bumi segala jenis makhluk yang melata” yaitu Allah menyebarkan berbagai macam hewan yang berjalan atau merayap di bumi, dengan bentuk, ukuran, warna, dan suara yang beraneka ragam.“Dan pengaturan angin” yaitu Allah mengatur arah dan keadaan angin; terkadang bertiup dari selatan atau utara, terkadang panas atau dingin, lembut atau sangat kencang.“Dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi” yaitu awan yang ditundukkan oleh kekuasaan Allah. Awan bergerak ke mana pun Allah kehendaki sambil membawa air yang banyak, kemudian menurunkannya ke bumi setetes demi setetes. Ka’b al-Ahbar berkata, “Awan itu bagaikan saringan hujan. Seandainya tidak ada awan, niscaya hujan akan merusak apa pun yang ditimpanya di bumi.”“Sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” yaitu semua itu merupakan bukti dan dalil yang sangat jelas tentang kekuasaan Allah yang Mahaperkasa, kebijaksanaan-Nya yang sempurna, dan rahmat-Nya yang luas. Semua tanda tersebut dapat dipahami oleh orang-orang yang menggunakan akalnya, memperhatikan, dan merenungkan bahwa semua itu adalah ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana.

Kesimpulan:

Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh alam semesta merupakan bukti nyata kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Allah Swt. Penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar di laut, turunnya hujan, hidupnya kembali bumi yang tandus, beragam makhluk hidup, pergantian arah angin, serta awan yang bergerak sesuai kehendak Allah adalah tanda-tanda (ayat-ayat kauniyah) yang menunjukkan keesaan dan kebesaran-Nya. Semua fenomena tersebut menjadi pelajaran bagi orang-orang yang menggunakan akal, berpikir, dan merenungkannya sehingga semakin yakin bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Sebaliknya, orang yang mengabaikan tanda-tanda tersebut dan menyekutukan Allah akan memperoleh akibat yang buruk.

2. QS. Ali Imran: 190-191

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ۝١٩٠ الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝١٩١

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.

Shafwatut tafasir :

وهذا احتـجاج من الله تعالـى ذكره علـى قائل ذلك وعلـى سائر خـلقه بأنه الـمدبر الـمصرف الأشياء، والـمسخر ما أحب، وإن الإغناء والإفقار إلـيه وبـيده، فقال جل ثناؤه: تدبروا أيها الناس، واعتبروا ففـيـما أنشأته فخـلقته من السموات والأرض لـمعاشكم وأقواتكم وأرزاقكم، وفـيـما عقّبت بـينه من اللـيـل والنهار، فجعلتهما يختلفـان ويعتقبـان علـيكم، تتصرفون فـي هذا لـمعاشكم، وتسكنون فـي هذا راحة لأجسادكم، معتبرٌ ومدَّكر، وآيات وعظات. فمن كان منكم ذا لب وعقل، يعلـم أن من نسبنـي إلـى أنـي فقـير وهو غنـي كاذب مفتر، فإن ذلك كله بـيدي أقلبه وأصرفه، ولو أبطلت ذلك لهلكتـم، فكيف ينسب فقر إلـى من كان كل ما به عيش ما فـي السموات والأرض بـيده وإلـيه! أم كيف يكون غنـياً من كان رزقه بـيد غيره، إذا شاء رزقه، وإذا شاء حرمه! فـاعتبروا يا أولـي الألبـاب.

Artinya: Allah menjadikan penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang sebagai bukti bahwa Dialah satu-satunya Pengatur alam semesta. Semua rezeki, kekayaan, dan kemiskinan berada dalam kekuasaan-Nya. Karena itu, tuduhan bahwa Allah miskin adalah kebohongan yang sangat besar, sebab seluruh kehidupan dan rezeki makhluk berada di tangan-Nya. Allah mengajak manusia yang berakal untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya agar menyadari bahwa hanya Allah Yang Mahakaya, Mahakuasa, dan berhak disembah.

Kesimpulan :

Tafsir ini menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Pengatur dan Penguasa seluruh alam semesta. Segala sesuatu, termasuk rezeki, kekayaan, dan kemiskinan, berada di bawah kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah agar semakin yakin akan keesaan, kekuasaan, dan kekayaan-Nya, serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

3. QS. Ar-rum: 20

 وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ اِذَآ اَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُوْنَ ۝٢٠

Artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia menciptakan (leluhur) kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang bertebaran.

Tafsir jalalain:

 { وَمِنْ ءَايَٰتِهِ } تعالى الدالة على قدرته { أَنْ خَلَقَكُمْ مِّن تُرَابٍ } أي أصلكم آدم { ثُمَّ إِذَا أَنتُمْ بَشَرٌ } من دم ولحم { تَنتَشِرُونَ } في الأرض.

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya” yaitu bukti-bukti yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah.”Dia menciptakan kamu dari tanah” yaitu asal-usul manusia adalah Nabi Adam a.s. yang diciptakan dari tanah.”Kemudian kamu menjadi manusia” yaitu berkembang menjadi manusia yang tersusun dari darah dan daging.“Lalu kamu berkembang biak di bumi” yaitu manusia menyebar ke berbagai penjuru bumi untuk menjalani kehidupan dan melanjutkan keturunannya.

Kesimpulan :

Ayat ini menjelaskan bahwa penciptaan manusia dari tanah merupakan salah satu tanda nyata kekuasaan Allah Swt. Dari asal yang sederhana, Allah menjadikan manusia hidup, berkembang, dan menyebar ke seluruh penjuru bumi. Hal ini menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah sebagai Pencipta, sehingga manusia hendaknya beriman, bersyukur, dan mengakui keesaan-Nya.

4. QS. At-thur: 35-36

 اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى ۝٣٥ اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى ۝٣٦

Artinya: Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, sehingga dia dapat melihat(-nya)?  Apakah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran (kitab suci yang diturunkan kepada) Musa

Tafsir jalalain :

 { أَمْ خُلِقُواْ مِنْ غَيْرِ شَىْءٍ } من غير خالق { أَمْ هُمُ ٱلْخَٰلِقُونَ } أنفسهم؟ ولا يُعْقَلُ مخلوق بغير خالق ولا معدوم يخلق فلا بد لهم من خالق هو الله الواحد فلم لا يوحدونه ويؤمنون برسوله وكتابه.

Artinya : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun (tanpa pencipta)?” Maksudnya, apakah mereka ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan?”Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?” Tentu hal itu tidak mungkin terjadi, karena tidak mungkin ada makhluk tanpa pencipta, dan sesuatu yang tidak ada tidak mungkin menciptakan dirinya sendiri.Oleh karena itu, pasti ada Pencipta mereka, yaitu Allah Yang Maha Esa. Maka mengapa mereka tidak mentauhidkan Allah serta beriman kepada Rasul-Nya dan kitab yang diturunkan-Nya?

 kesimpulan :

Tafsir ini menegaskan bahwa manusia tidak mungkin tercipta tanpa pencipta atau menciptakan dirinya sendiri. Oleh karena itu, Allah adalah satu-satunya Pencipta seluruh makhluk. Kesadaran akan hal ini seharusnya mendorong manusia untuk mengesakan Allah, beriman kepada Rasul-Nya, dan mengikuti petunjuk yang terdapat dalam kitab-Nya.

Scroll to Top