Tafsir Tematik Klasik: Taubat dan istighfar

1.QS.At-Tahrim:8

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۝٨

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Di kitab Sofwatu Tafassir:

{ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ تُوبُوۤاْ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً } أي توبوا إِلى الله من ذنوبكم توبةً صادقةً خالصة، بالغةً في النصح الغاية القصوى، سئل عمر عن التوبة النصوح فقال: هي أن يتوب ثم لا يعود إِلى الذنب، كما لا يعود اللبن إِلى الضَّرْع قال العلماء: التوبة النصوح هي التي جمعت ثلاثة شروط: الإِقلاع عن الذنب، والندم على ما حدث، والعزم على عدم العودة إِليه، وإِن كان الحق لآدمي زيد شرط رابع وهو: ردٌّ المظالم لأصحابها { عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ } أي لعل الله يرحمكم فيمحو عنكم ذنوبكم قال المفسرون: “عسى” من الله واجبة بمنزلة التحقيق، وهذا إِطماعٌ من الله لعباده في قبول التوبة، تفضلاً منه وتكرماً، لأن العظيم إِذا وعد وفَّى، وعادة الملوك أنهم إِذا أرادوا فعلا قالوا “عسى” فهو بمنزلة المحقق { وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا ٱلأَنْهَارُ } أي ويدخلكم في الآخرة حدائق وبساتين ناضرة، تجري من تحت قصورها أنهار الجنة { يَوْمَ لاَ يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِيَّ وَٱلَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ } أي يوم لا يفضح الله النبي وأتباعه المؤمنين أمام الكفار، بل يعزهم ويكرمهم قال أبو السعود: وفيه تعريضٌ بمن أخزاهم اللهُ تعالى من أهل الكفار والفسوق { نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ } أي نور هؤلاء المؤمنين يضيء لهم على الصراط، ويسطع أمامهم وخلفهم وعن أيمانهم وشمائلهم، كإِضاءة القمر في سواد الليل { يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا } أي يدعون الله قائلين: يا ربنا أكمل علينا هذا النور وأدمه لنا، ولا تتركنا نتخبط في الظلمات قال ابن عباس: هذا دعاء المؤمنين حين أطفأ الله نور المنافقين، يدعون ربهم به إِشفاقاً حتى يصلوا إِلى الجنة { وَٱغْفِرْ لَنَآ } أي وامح عنا ما فرط من الذنوب { إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } أي إِنك أنت القادر على كل شيء، من المغفرة والعقاب، والرحمة والعذاب

Artinya: { Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang tulus } Artinya, bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosa kalian dengan tobat yang jujur dan murni, yang mencapai tingkat ketulusan tertinggi. Ketika Umar ditanya tentang tobat yang tulus, ia menjawab: “Itu adalah bertaubat lalu tidak kembali kepada dosa, sebagaimana susu tidak kembali ke ambing.” Para ulama berkata: Taubat yang tulus adalah yang memenuhi tiga syarat: meninggalkan dosa, menyesali apa yang telah terjadi, dan bertekad untuk tidak kembali kepadanya. Dan jika hak tersebut milik manusia lain, maka ada syarat keempat, yaitu: mengembalikan hak-hak yang terlanggar kepada pemiliknya {Mudah-mudahan Tuhanmu mengampuni dosa-dosa kalian} Artinya, semoga Allah merahmati kalian dan menghapus dosa-dosa kalian. Para mufasir berkata: “Mungkin” dari Allah bersifat wajib seperti pernyataan pasti, dan ini merupakan janji Allah kepada hamba-hamba-Nya bahwa taubat mereka akan diterima, sebagai anugerah dan kemurahan-Nya, karena Yang Maha Agung, apabila berjanji, pasti menepatinya, dan kebiasaan para raja adalah ketika mereka bermaksud melakukan sesuatu, mereka berkata “mungkin”, sehingga hal itu setara dengan pernyataan yang pasti { dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai } artinya, Dia akan memasukkan kalian di akhirat ke dalam taman-taman dan kebun-kebun yang subur, di mana di bawah istana-istana surga tersebut mengalir sungai-sungai surga { Pada hari ketika Allah tidak akan mempermalukan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya } artinya, pada hari ketika Allah tidak akan mempermalukan Nabi dan para pengikutnya yang beriman di hadapan orang-orang kafir, melainkan akan mengagungkan dan memuliakan mereka. Abu al-Sa’ud berkata: Dan di dalamnya terdapat sindiran terhadap orang-orang yang dipermalukan oleh Allah Yang Maha Tinggi dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang fasik { Cahaya mereka bersinar di depan mereka dan di sebelah kanan mereka } artinya cahaya orang-orang beriman ini menerangi jalan bagi mereka, dan bersinar di depan mereka, di belakang mereka, di sebelah kanan mereka, dan di sebelah kiri mereka, seperti cahaya bulan di kegelapan malam { Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya kami bagi kami” } artinya, mereka memohon kepada Allah dengan berkata: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya ini bagi kami dan jadikanlah ia abadi bagi kami, dan jangan biarkan kami tersesat dalam kegelapan.” Ibn Abbas berkata: “Ini adalah doa orang-orang beriman ketika Allah memadamkan cahaya orang-orang munafik; mereka memohon kepada Tuhan mereka dengan penuh rasa iba hingga mereka sampai ke surga.” { Dan ampunilah kami } artinya, hapuskanlah dosa-dosa kami yang telah kami lakukan { Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu } artinya, Engkaulah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, baik dalam hal pengampunan maupun hukuman, serta rahmat maupun siksa

Kesimpulan tafsir:

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dari segala dosa. Taubat yang benar harus memenuhi tiga syarat, yaitu meninggalkan dosa, menyesali perbuatan yang telah dilakukan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika dosa berkaitan dengan hak orang lain, maka wajib mengembalikan hak tersebut kepada pemiliknya.

Allah menjanjikan ampunan atas dosa-dosa dan surga yang penuh kenikmatan bagi orang-orang yang beriman dan bertaubat. Pada hari kiamat, Allah akan memuliakan Nabi dan orang-orang beriman dengan cahaya yang menerangi jalan mereka. Mereka pun berdoa agar Allah menyempurnakan cahaya mereka dan mengampuni dosa-dosa mereka.

2.QS.Az-Zumar:53

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ۝٥٣

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Di Tafsir kitab jalalain:

{ قُلْ يٰعِبَادِى * ٱلَّذِينَ أَسْرَفُواْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُواْ } بكسر النون وفتحها، وقرىء بضمها تيأسوا { مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعاً } لمن تاب من الشرك { إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ }.

Artrinya: { Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku * yang telah berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri, janganlah putus asa” } dengan huruf nun yang diucapkan dengan bunyi “q” atau “a”, dan ada bacaan yang mengucapkan huruf nun dengan bunyi ‘i’ sehingga artinya menjadi “putus harapan” { dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa } bagi siapa saja yang bertobat dari kesyirikan { Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun, Yang Maha Penyayang }.

Kesimpulan tafsir: Ayat ini menjelaskan bahwa Allah melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya, meskipun mereka telah banyak melakukan dosa. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang dan akan mengampuni dosa-dosa orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, termasuk dosa syirik apabila ia kembali kepada Allah dengan taubat yang benar.

3.QS.Al-An’am:70-71

وَذَرِ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَعِبًا وَّلَهْوًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهٖٓ اَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْ ۖ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلِيٌّ وَّلَا شَفِيْعٌ ۚ وَاِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اُبْسِلُوْا بِمَا كَسَبُوْا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيْمٍ وَّعَذَابٌ اَلِيْمٌۢ بِمَا كَانُوْا يَكْفُرُوْنَࣖ ۝٧٠قُلْ اَنَدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلٰٓى اَعْقَابِنَا بَعْدَ اِذْ هَدٰىنَا اللّٰهُ كَالَّذِى اسْتَهْوَتْهُ الشَّيٰطِيْنُ فِى الْاَرْضِ حَيْرَانَ لَهٗٓ اَصْحٰبٌ يَّدْعُوْنَهٗٓ اِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَاُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ ۝٧١

Artinya: Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.(70)

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kita akan memohon pada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang (kufur dan sesat), setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan,” sedangkan dia mempunyai kawan-kawan yang selalu mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Ikutilah kami.’?” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan semesta alam,(71)

DI tafsirkan Pada kitab jalalain:

{ وَذَرِ } اترك { الَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَهُمْ } الذي كلفوه { لَعِباً وَلَهْواً } باستهزائهم به { وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا } فلا تتعرض لهم، وهذا قبل الأمر بالقتال { وَذَكِّرْ } عِظْ { به } بالقرآن الناس ل { أن } لا { تُبْسَلَ نَفْسٌ } تُسْلَم إلى الهلاك { بِمَا كَسَبَتْ } عملت { لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ } أي غيره { وَلِيُّ } ناصر { وَلاَ شَفِيعٍ } يمنع عنها العذاب { وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ } تفدِ كُلَّ فِدَاءٍ { لاَّ يُؤْخَذْ مِنْهَا } ما تفدي به { أُوْلَٱئِكَ ٱلَّذِينَ أُبْسِلُواْ بِمَا كَسَبُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مّنْ حَمِيمٍ } ماء بالغ نهاية الحرارة { وَعَذَابٌ أَلِيمٌ } مؤلم { بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ } بكفرهم. { قُلْ أَنَدْعُواْ } أنعبد { مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لاَ يَنفَعُنَا } بعبادته { وَلاَ يَضُرُّنَا } بتركها وهو الأصنام { وَنُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَٰبِنَا } نرجع مشركين { بَعْدَ إِذْ هَدَانَا ٱللَّهُ } إلى الإسلام { كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ } أضلّته { ٱلشَّيَٰطِينُ فِى ٱلاْرْضِ حَيْرَانَ } متحيراً لا يدري أين يذهب. حال من الهاء { لَهُ أَصْحَٰبٌ } رفقة { يَدْعُونَهُ إِلَى ٱلْهُدَى } أي ليهدوه الطريق يقولون له { ٱئْتِنَا } فلا يجيبهم فيهلك، والاستفهام للإِنكار، وجملة التشبيه حال من ضمير، «نردّ» { قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ } الذي هو الإسلام { هُوَ ٱلْهُدَىٰ } وما عداه ضلال { وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ } أي بأن نسلم { لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ }.

Artinya: { Dan biarkanlah } biarkanlah { orang-orang yang menjadikan agama mereka } yang diwajibkan kepada mereka { sebagai permainan dan kesenangan } dengan mengejeknya { dan kehidupan dunia telah menipu mereka } Maka janganlah kamu mengganggu mereka, dan ini sebelum perintah untuk berperang { Dan ingatkanlah } nasihatilah { dengan } Al-Qur’an { agar } tidak { ada jiwa yang binasa } diserahkan kepada kebinasaan { karena apa yang telah diperbuatnya } { tidak ada bagi mereka selain Allah } yaitu selain-Nya { pelindung } penolong { maupun penengah } yang mencegah siksa darinya { dan sekiranya engkau menebus dengan segala tebusan } menebus dengan segala tebusan { tidak akan diterima darinya } apa yang engkau gunakan untuk menebusnya { Mereka itulah orang-orang yang telah disesatkan karena perbuatan mereka; bagi mereka ada minuman dari air mendidih } air yang sangat panas { dan azab yang menyakitkan } yang menyiksa { karena kekafiran mereka } karena kekafiran mereka. { Katakanlah, “Apakah kami akan menyembah } { selain Allah sesuatu yang tidak memberi manfaat bagi kami } dengan menyembahnya { dan tidak membahayakan kami } dengan meninggalkannya, yaitu berhala-berhala itu { dan kami akan dikembalikan ke jalan yang sesat?” } kembali menjadi musyrik {setelah Allah telah menuntun kami} ke Islam {seperti orang yang disesatkan} {oleh setan-setan di bumi dalam kebingungan} bingung dan tidak tahu ke mana harus pergi. Kondisi dari kata ganti “dia” { dia memiliki teman-teman } rombongan { yang menyerunya kepada petunjuk } yaitu untuk menuntunnya ke jalan yang benar; mereka berkata kepadanya { “Datanglah kepada kami” } namun dia tidak menjawab mereka sehingga binasa, dan pertanyaan tersebut untuk menyangkal, sedangkan kalimat perumpamaan merupakan kondisi dari kata ganti, “kami kembali” { Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah } yaitu Islam { itulah petunjuk yang benar } dan selain itu adalah kesesatan { dan kami diperintahkan untuk berserah diri } yaitu dengan berserah diri { kepada Tuhan semesta alam }.

Kesimpulan tafsir:

Ayat ini menjelaskan bahwa kita harus menjauhi orang-orang yang menjadikan agama sebagai permainan dan menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan utama hingga melupakan akhirat. Allah memerintahkan agar manusia selalu diingatkan dengan Al-Qur’an supaya tidak terjerumus ke dalam kebinasaan akibat perbuatan dosa. Pada hari kiamat, tidak ada seorang pun yang dapat menjadi pelindung atau pemberi syafaat tanpa izin Allah, dan tidak ada tebusan yang dapat menyelamatkan orang yang telah mendapatkan azab-Nya.

Ayat ini juga menegaskan bahwa kita tidak boleh menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak dapat memberikan manfaat maupun mudarat. Jangan sampai kita kembali kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk Islam. Sesungguhnya petunjuk Allah, yaitu Islam, adalah petunjuk yang benar, dan kita diperintahkan untuk berserah diri kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

Karya Santri Lainnya
ChatGPT Image Nov 4, 2026, 01_38_02 PM
Tafsir Tematik Klasik: Taubat dan istighfar
TTK: Iklas dalam Beribadah
Tafsir Tematik Klasik: Ikhlas dalam beribadah
ChatGPT Image Oct 28, 2026, 09_48_32 AM
Tafsir Tematik Klasik: Hakikat Taqwa
ChatGPT Image Oct 23, 2026, 09_02_50 AM
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Ruhama Al Fajar Hadirkan Kebersamaan dan Teladani Perjuangan Ulama
WhatsApp Image 2026-10-10 at 13.28
Kembangkan Potensi dan Karakter Santri, Yayasan Ruhama Al Fajar Selenggarakan Ekstrakurikuler Taekwondo
ChatGPT Image Oct 12, 2026, 09_59_14 AM
Tafsir Tematik Klasik: Iman Kepada Hari Akhir
WhatsApp Image 2026-10-10 at 13.46
Sukses Taklukkan Tuan Rumah, FC Ruhama Raih Gelar Juara Dawa Open 3
ChatGPT Image Oct 2, 2026, 10_05_28 AM
Tafsir Tematik: Tentang Mukzijat Para Nabi Di Dalam Al Qur'an
ChatGPT Image Oct 2, 2026, 09_06_43 AM
Tafsir Tematik Klasik: Iman Kepada Rasul-Rasul Allah
WhatsApp Image 2026-10-01 at 09.17
Kuliah Umum Nahwu dan Sharaf bersama Syekh Dr. Aiman Yasin
Scroll to Top